Pengertian dan Jenis-jenis Aktiva adalah

Pengertian Aktiva adalah dan jenis-jenis aset

Aktiva adalah sumber daya yang dimiliki dan dikendalikan perusahaan sebagai akibat dari aktivitas masa lalu dan kegunaan di masa depan yang diharapkan diperoleh perusahaan.

Jenis-jenis Aset (aktiva)

Aktiva Lancar

Aktiva atau aset diklasifikasikan sebagai aset lancar, apabila aset tersebut memenuhi kriteria:

  • Diharapkan akan direalisasikan, dimaksudkan untuk dijual, atau digunakan dalam siklus operasi normal perusahaan.
  • Dimiliki untuk tujuan diperdagangkan
  • Diharapkan akan direalisasikan dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan setelah periode pelaporan.
  • Berupa kas atau setara kas, kecuali aset tersebut dibatasi pertukarannya atau penggunaannya untuk menyelesaikan liabilitas paling kurang 12 (dua belas) bulan setelah periode pelaporan.

Jenis-jenis Aset lancar antara lain:

#1. Kas dan Setara Kas

Kas dan Setara Kas

Kas terdiri dari saldo kas (cash on hand) dan rekening giro (demand deposit). Sedangkan instrumen yang dapat diklasifikasikan sebagai Setara Kas antara lain:

  • Deposito berjangka yang akan jatuh tempo dalam waktu tidak lebih dari 3 (tiga) bulan dari tanggal penempatannya serta tidak dijaminkan.
  • Instrumen pasar uang yang diperoleh dan dapat dicairkan dalam jangka waktu tidak lebih dari 3 (tiga) bulan.

#2. Piutang Usaha (account receivable)

Piutang usaha atau account receivable adalah  piutang piutang dari pendapatan yang terjadi dalam hubungannya dengan kegiatan usaha normal perusahaan tbk, baik yang berasal dari pihak ketiga maupun yang berasal dari pihak berelasi.

#3. Aset Keuangan Lancar Lainnya

Aset keuangan lancar lainnya adalah aset keuangan (termasuk investasi pada sukuk) yang bersifat lancar, selain aset keuangan yang berupa Kas dan Setara Kas serta piutang usaha (account receivable)

#4. Persediaan (inventory)

Jenis-jenis Aset - Persediaan

Persediaan adalah aset:

  • Yang tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha normal,
  • Dalam proses produksi untuk penjualan tersebut,
  • Dalam bentuk bahan atau perlengkapan (supplies) untuk digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa.

Persediaan harus disajikan sebesar biaya atau nilai realisasi netto, mana yang lebih rendah.

#5. Pajak Dibayar Dimuka

Pajak dibayar dimuka ini antara lain berupa:

  • Kelebihan pembayaran pajak, misalnya Pajak Pertambahan Nilai yang akan ditagih kembali atau dikompensasikan terhadap liabilitas pajak masa berikutnya.
  • Aset pajak kini, yaitu selisih lebih antara jumlah pajak yang telah dibayar untuk periode kini dan periode lalu dibandingkan dengan jumlah pajak terutang untuk periode-periode berikutnya.

Aset pajak kini disajikan sebesar jumlah ekspektasi direstusi dari otoritas perpajakan.

Aset pajak kini harus dikompensasi dengan liabilitas pajak kini dan jumlah netto-nya, disajikan pada laporan posisi keuangan hanya apabila perusahaan:

  • Memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang diakui,
  • Bermaksud untuk menyelesaikan dengan dasar netto atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.

Kompensasi ini tidak dilakukan apabila pajak tersebut untuk entitas hukum yang berbeda dalam suatu laporan keuangan konsolidasian.

#6. Biaya Dibayar Dimuka

Biaya dibayar di muka adalah biaya yang telah dibayar namun pembebanannya baru akan dilakukan pada periode yang akan datang seperti premi asuransi dibayar di muka, bunga dibayar di muka, dan sewa dibayar di muka.

#7. Aset Tidak Lancar atau kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual.

Pos ini berasal dari aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual.

Aktiva adalah dalam keadaan dapat dijual dengan syarat-syarat yang biasa dan umum diperlukan dalam penjualan aset tersebut dan penjualannya sangat mungkin terjadi (highly probable).

Aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual disajikan pada nilai yang lebih rendah antara jumlah tercatat dan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual.

jenis-jenis aset - persediaan barang dagang

Aktiva Tidak Lancar

Jenis-jenis aset tidak lancar:

#1. Piutang pihak berelasi non-usaha

Jenis ini merupakan piutang yang terjadi sebagai akibat dari transaksi dengan pihak berelasi yang buka berasal dari kegiatan usaha normal perusahaan.

Piutang pihak berelasi non-usaha dapat disajikan sebagai aset lancar hanya apabila hal tersebut dapat dibuktikan dan wajib diungkapkan alasannya.

#2. Aset keuangan tidak lancar lainnya

Aktiva adalah merupakan aset keuangan termasuk investasi pada sukuk yang bersifat tidak lancar, selain dari piutang pihak berelasi non usaha.

#3. Investasi pada perusahaan asosiasi

Aktiva adalah merupakan investasi perusahaan pada entitas asosiasi, termasuk entitas non korporasi, seperti persekutuan yang dipengaruhi secara signifikan oleh perusahaan.

Pengaruh signifikan dianggap ada ketika perusahaan memiliki secara langsung atau tidak langsung 20% (dua puluh perseratus) atau lebih hak suara suatu entitas, kecuali dapat dibuktikan dengan jelas bahwa perusahaan tidak memiliki pengaruh signifikan.

Pengaruh signifikan juga ada ketika perusahaan memiliki kurang dari 20% hak suara suatu perusahaan, namun dapat dibuktikan dengan jelas bahwa perusahaan memiliki pengaruh signifikan.

jenis-jenis aktiva - investasi

#4. Properti Investasi

Properti investasi diakui sebagai aktiva hanya apabila:

  • Besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan dari aset yang tergolong properti investasi akan diterima oleh perusahaan,
  • Biaya perolehan properti investasi dapat diukur dengan andal.

Pada awalnya properti investasi diukur sebesar biaya perolehan, termasuk baiaya transaksi.

Setelah pengakuan awal, perusahaan wajib memilih model nilai wajar atau model biaya sebagai kebijakan akuntansinya dan menerapkan kebijakan tersebut pada seluruh properti investasi, yaitu:

  • Model Nilai Wajar: delam model ini, properti investasi dicatat pada nilai wajar pada tanggal pelaporanya.
  • Model Biaya: dalam model ini, properti investasi dicatat pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai.

#5. Aktiva Tetap

Jenis-jenis aset tetap antara lain:

Aset tetap pemilikan langsung

Jenis aset tetap yang dimiliki perusahaan yang terdiri dari:

#1. Aset tetap yang siap pakai

Aset tetap ini pada awalnya harus diukur sebesar biaya perolehan.

Setelah pengakuan awal, perusahaan harus memilih model biaya atau model revaluasi sebagai kebijakan akuntansinya dan menerapkan kebijakan tersebut terhadap seluruh aset tetap dalam kelompok yang sama.

Model biaya, dilakukan dengan cara aset tetap dicatat pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai.

Bagaimana cara menghitung nilai penyusutan aktiva tetap?

Perhatikan tutorialnya berikut ini:

Sedangkan model revaluasi, aset tetap dicatat pada jumlah revaluasian, yaitu sebesar nilai wajar pada tanggal revaluasi dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai yang terjadi setelah tanggal revaluasi.

#2. Aset tetap dalam pembangunan

Jenis aset ini merupakan aset yang dibangun sendiri dan tidak ditujukan sebagai properti investasi pada saat siap dipakai. Aset ini dinyatakan sebesar biaya yang telah dikeluarkan.

Aset Sewa Pembiayaan

Jenis aset ini merupakan aset tetap yang diperoleh melalui transaksi sewa pembiayaan (finance lease).

Jenis aset ini, awalnya disajikan sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembiayaan sewa minimum, apabila nilai kini lebih rendah dari nilai wajar.

Dalam hal jenis aset ini diklasifikasikan sebagai aset sewa pembiayaan yang dimiliki untuk dijual, maka jenis aset ini harus direklasifikasi ke aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual.

jenis-jenis aset - aset tak berwujud-merk

#6. Aset Tak Berwujud

Aset tak berwujud dapat diakui hanya apabila:

  • Kemungkinan besar akan diperoleh manfaat ekonomi masa depan dari aset tersebut,
  • Biaya perolehan aset tersebut dapat diukur secara andal.

Aset tak berwujud pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan atau jumlah yang diatribusikan ke aset tersebut saat pertama kali diakui, apabila dapat diterapka.

Setelah pengakuan awal, pencatatan aset tak berwujud dapat dibagi menjadi 2 (dua) mpdel, yaitu:

  • Model Biaya, aset tak berwujud dicatat pada biaya perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan akumulasi rugi penurunan nilai.
  • Model revaluasi, aset tak berwujud dicatat pada jumlah revaluasian, yaitu sebesar nilai wajar pada tanggal revaluasi dikurangi akumulasi amortisasi dan akumulasi rugi penurunan nilai yang terjadi setelah tanggal revaluasi.

Aset tak berwujud dengan umur manfaat terbatas diamortisasi secara sistematis selama umur manfaatnya.

Aset tak berwujud dengan umur manfaat tidak terbatas , tidak perlu diamortisasi, namun secara tahunan wajib dilakukan perbandingan antara nilai tercatat dengan nilai yang dapat dipulihkan.

jenis-jenis aset - hutang pajak

#7. Aset Pajak Tangguhan

Aktiva adalah jumlah pajak penghasilan yang dapat dipulihkan pada periode mendatang sebagai akibat adanya perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan akumulasi rugi pajak belum dikompensasi.

Aset pajak tangguhan harus dikompensasi dengan liabilitas pajak tangguhan dan jumlah netto-nya disajikan pada laporan posisi keuangan hanya bila:

  • Perusahaan memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk saling hapus aset pajak kini terhadap hutang pajak kini.
  • Aset pajak tangguhan dan hutang pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama atas perusahaan kena pajak (PKP) yang sama.
  • Perusahaan harus mengkaji ulang jumlah tercatat aset pajak tangguhan pada akhir periode pelaporan.
  • Dalam hal terjadi pengurangan jumlah tercatat aset pajak tangguhan, maka perusahaan melakukan pembalikan atas aset pajak tangguhan tersebut sebesar jumlah yang dikurangkan.

Demikian artikel yang membahas topik tentang pengertian aktiva dan jenis-jenis aset (aktiva). Di mana aktiva adalah elemen dalam laporan keuangan yang disajikan di bagian neraca.

Jenis-jenis aset, secara umum ada 2 (dua) yaitu aktiva lancar dan aktiva tidak lancar. Setiap jenis aktiva adalah memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

Bagaimana dengan aktiva perusahaan Anda?

***

Tentang Admin
I’m full blogger from Indonesia, and have been blogging since 2014. My skills are Finance and Accounting. My blog called SiklusAkuntansi to help people find the best finance and accounting reference.