Apa itu Buku Besar Bentuk T? Ini Penjelasan, Cara Membuat, dan Contohnya

Buku besar bentuk T disebut juga dengan buku besar bentuk skontro adalah proses posting setiap catatan transaksi perusahaan dari jurnal umum sesuai dengan akunnya dalam proses penyusunan Laporan Keuangan (Financial Statements).

Bagaimana langkah-langkah membuat buku besar bentuk T? Yuk ikuti penjelasan beserta contohnya berikut ini.

Cara Membuat Buku Besar Bentuk T di Excel

A: Langkah-langkah Membuat Buku Besar

Langkah pertama untuk membuat buku besar bentuk t dengan Excel adalah dengan memindahkan atau posting pencatatan setiap transaksi dari buku jurnal ke buku besar T sesuai jenis akun serta debit dan kredit. Kemudian di masing-masing kolom Debit dan Kredit dijumlahkan. Selisih dari jumlah kolom debit dan kredit merupakan saldo akun buku besar.

Oleh karena itu, agar pemahaman kita semakin mendalam, yuk ikuti pembahasan tentang proses penyusunan buku besar dengan contoh data-data transaksi di bawah ini, tahap proses posting jurnal umum ke buku besar adalah sebagai berikut:

1: Membuat jurnal umum akuntansi

Misalnya PT Sikumpul Gunung Langit Retailindo adalah perusahaan yang menjual aneka produk kebutuhan teknologi informasi. Pada bulan Oktober 2022 perusahaan melakukan beberapa transaksi keuangan bisnis sebagai berikut:

Contoh jurnal penerimaan kas:

Tanggal 1 Oktober, menerima uang kas sebesar Rp 1.350.000 dari salah satu pelanggan, perusahaan jasa servis komputer “Serviceku” untuk melunasi pembayaran atas pembelian tanggal 21 September 2022.

Atas transaksi pembayaran ini, perusahaan membuat jurnal penerimaan kas:

(Debit) Kas …. Rp 1.350.000
(Kredit) Piutang Usaha (an. Serviceku) …. Rp 1.350.000

Jurnal pengeluaran kas:

Pada tanggal 10 Oktober, mengeluarkan uang tunai senilai Rp 750.000 untuk membeli asesoris kantor.

Pengeluaran kas ini dicatat ke jurnal pengeluaran kas sbb:

Asesoris Kantor … Rp 750.000 (Debit)
Kas ….. Rp 750.000 (Kredit)

 Contoh pencatatan transaksi penjualan tunai:

Tanggal 20 Oktober, perusahaan menjual sebuah personal computer senilai Rp 10.000.000 kepada salah satu customer, yaitu Yayasan Sosial Pendidikan. Pembayaran dilakukan secara tunai sebesar Rp 5.000.000, dan pelunasannya akan dilakukan 7 hari setelah tanggal transaksi.

Perusahaan membuat jurnal penjualan untuk mencatat transaksi ini:

(Debit) Kas …. Rp 5.000.000
(Debit) Piutang Usaha (an. Yayasan Sosial Pendidikan) … Rp 5.000.000
(Kredit) Pendapatan Penjualan PC …. Rp 10.000.000

Pada tanggal 27 Oktober, menerima pelunasan pembayaran penjualan PC sebesar Rp 5.000.000 dan dibuatkan jurnal penerimaan kas:

Kas …. Rp 5.000.000 (Debit)
Piutang Usaha (an. Yayasan Sosial Pendidikan) …. Rp 5.000.000 (Kredit)

Dari 4 transaksi tersebut jika disajikan dalam buku jurnal adalah seperti di bawah ini:

buku jurnal
Contoh jurnal akuntansi

Perhatikan tabel buku jurnal di atas, total kolom debit dan kolom kredit harus sama yaitu Rp 17.100.000, dengan rincian:

  1. Empat jenis transaksi akun Kas
  2. Tiga jenis transaksi account Piutang Usaha
  3. Satu transaksi account Asesoris Kantor
  4. Satu transaksi akun Pendapatan

2: Memindahkan posting dari buku jurnal ke buku besar

Setelah membuat jurnal umum akuntansi selanjutnya melakukan posting ke buku besar sesuai dengan akunnya.

Berdasarkan pencatatan transaksi dari contoh #1, maka kita bisa menyusun buku besar bentuk t untuk masing-masing account sebagai berikut:

A: Buku Besar Bentuk T Akun Kas

Salah satu bentuk buku besar yang sering dibuat perusahaan dalam proses penyusunan Laporan Keuangan adalah bentuk T, di mana bagian Debit di sisi kiri sedangkan sisi kanan adalah Kredit. Perhatikan contoh di bawah ini:

1: Nama Akun : Kas

buku besar bentuk t
Buku besar bentuk t Kas

Perhatikan contoh buku besar bentuk t akun di atas. Ada dua transaksi kas yang dicatat pada kolom debit, yaitu transaksi tanggal 1 Oktober senilai Rp 6.350.000 dan transaksi tanggal 20 Oktober sebesar Rp 5.000.000. Total sisi debit adalah Rp 6.350.000

Di kolom kredit juga ada dua transaksi kas, yaitu tanggal 10 Oktober sebesar Rp 750.000 dan tanggal 27 Oktober sebesar Rp 5.000.000. Setelah dijumlahkan nilai saldo kredit adalah Rp 5.750.000.

Selisih total antara kolom debit dengan kolom kredit menghasilkan saldo debit sebesar Rp 600.000. Nilai inilah yang nanti akan dipindahkan ke neraca saldo.

Perlu diperhatikan bahwa secara default, saldo akhir akun kas ada di sisi Debit.

B: Perkiraan Piutang Usaha Buku Besar

Bagaimana format buku besar bentuk t account piutang usaha? Perhatikan contoh berikut ini:

Nama Akun : Piutang Usaha

buku besar bentuk t piutang usaha
Contoh buku besar bentuk t piutang usaha

Cara membuat buku besar di excel akun piutang usaha dibuat dengan memindahkan setiap pencatatan transaksi piutang dari buku besar ke format T.

Perhatikan catatan di kolom debit. Di kolom tersebut hanya ada satu transaksi tanggal 20 Oktober senilai Rp 5.000.000, sedangkan di kolom kredit ada dua transaksi, yaitu tanggal 1 Oktober nilainya sebesar Rp 1.350.000 dan tanggal 27 Oktober senilai Rp 5.000.000.

Jadi total lajur debit Rp 5.000.000 dan lajur kredit Rp 6.350.000, sehingga selisihnya ada di sisi kredit sebesar Rp 1.350.000

C: Rekening Asesoris Kantor Buku Besar

Untuk contoh yang ketiga adalah account Asesoris Kantor. Tahap proses posting jurnal umum ke buku besar menghasilkan general ledger bentuk sebagai berikut:

Nama Akun : Asesoris Kantor

buku besar bentuk tunggal
Contoh buku besar t sederhana

Dari contoh soal buku besar bentuk t account Asesoris Kantor mempunyai saldo tunggal di bagian debit sebesar Rp 750.000. Saldo tersebut merupakan akumulasi transaksi yang terjadi selama bulan Oktober, yaitu tanggal 10 Oktober.

D: Account Pendapatan Buku Besar bentuk T

Perhatikan contoh akun pendapatan dalam buku besar bentuk T yang datanya diperoleh dengan cara posting dari catatan jurnal umum.

Nama Akun : Pendapatan

pendapatan
Buku besar akun Pendapatan

Buku besar bentuk saldo tunggal account Pendapatan dibuat dengan cara mem-posting catatan transaksi tanggal 20 Oktober di buku jurnal. Saldo akun sebesar Rp 10.000.000 berada di sisi debit.

***

Setelah semua perkiraan yang digunakan dalam transaksi keuangan bisnis dibuat semua, langkah selanjutnya untuk menyusun laporan keuangan adalah membuat neraca saldo dengan sumber data dari buku besar. Uraian pembahasan caranya silahkan baca di: Neraca Saldo Perusahaan Dagang.

Halo, saya seorang profesional bidang Finance & Accounting yang setiap hari berkutat dengan data-data serta angka. Siap mendampingi dan membuatkan Laporan Keuangan Bisnis Anda sesuai Standar Akuntansi Keuangan.