27 Contoh Soal Akuntansi Biaya dan Jawabannya (2021)

Contoh soal akuntansi biaya adalah kumpulan soal dari beberapa materi akuntansi biaya populer dalam kehidupan sehari-hari.

Latihan soal akuntansi biaya ini sangat baik untuk persiapan menghadapi tes dan ujian semester, tengah semester, ujian pendadaran komprehensif.

Materi kumpulan soal akuntansi biaya ini antara lain tentang biaya:

  • Bahan baku
  • Tenaga kerja
  • Overhead pabrik
  • Harga pokok penjualan
  • Biaya manufaktur.

Langsung saja yuk ikuti penyajiannya berikut ini…

 

01: Contoh Soal Akuntansi Biaya Bahan Baku

Bagaimana format contoh soal akuntansi biaya bahan baku?

Perhatikan dua contoh soal cost accounting dan jawabannya tentang bahan baku produksi berikut ini:

Contoh soal akuntansi biaya bahan baku perusahaan manufaktur bagian #1:

Perusahaan PT Adiluhung membeli tiga macam bahan baku (raw material) dengan jumlah harga barang dalam invoice adalah Rp 400.000. Biaya pengangkutan yang harus dibayar untuk 3 jenis bahan baku tersebut adalah sebesar Rp 200.000. Kuantitas tiap jenis bahan baku adalah: A = 200 kg, B= 150 kg dan C= 50 kg.

Pertanyaan : bagaimana cara pembagian biaya pengangkutan untuk tiap jenis bahan baku?

Jawaban soal Akuntansi biaya bahan baku:

Untuk bisa membagi biaya pengangkutan atas dasar perbandingan kuantitas tiap jenis bahan baku

Bahan baku A:

Berat bahan baku = 200 kg : 400  = 0.5
Alokasi biaya pengangkutan = 0.5 x Rp 400..000 = Rp 200.00

Bahan baku B:

Berat bahan baku = 150 kg : 400  = 0.375
Alokasi biaya pengangkutan = 0.375 x Rp 400..000 = Rp 150.00

Bahan baku C:

Berat bahan baku = 50 kg : 400  = 0.125
Alokasi biaya pengangkutan = 0.125 x Rp 400..000 = Rp 50.00

 

Contoh soal akuntansi biaya bahan baku perusahaan manufaktur bagian #2:

PT Milenia Jaya membeli bahan baku produksi sebesar Rp 12.500.000. Ongkos kirim (ongkir) yang dibebankan atas dasar tarif adalah Rp 1.250.000, sedangkan ongkos pengiriman bahan baku yang sesungguhnya adalah Rp 850.000.

Pertanyaan: Bagaimana cara mencatat pembelian bahan baku tersebut?

Jawaban :

01: Pencatatan jurnal transaksi pembelian bahan baku

[Debit] Persediaan Barang Baku …. Rp 12.500.000
[Kredit] Hutang Dagang …… Rp 12.500.000

02: Pencatatan jurnal pembebanan ongkos kirim  atas dasar tarif

[Debit] Persediaan Bahan Baku ….. Rp 1.250.000
[Kredit] Ongkir ………. Rp 1.250.000

03: Pencatatan jurnal ongkir yang sesungguhnya

[Debit] Ongkir …… Rp 850.000
[Kredit] Kas …………… Rp 850.000

04: Jurnal penutup saldo account Ongkos Kirim ke akun harga pokok penjualan (HPP)

[Debit] Ongkir ….. Rp 300.000
[Kredit] Harga Pokok Penjualan (HPP) ….. Rp 300.000

 

Contoh soal akuntansi biaya bahan baku perusahaan manufaktur bagian #3:

Berikut ini disajikan contoh soal pilihan ganda akuntansi biaya dan jawabannya tentang bahan baku:

01: Manakah di antara pengertian bahan baku berikut ini yang benar?

A: Bahan baku adalah bahan yang digunakan untuk membuat produk.

B: Bahan baku adalah semua bahan yang dimasukkan dalam produksi.

C: Bahan baku adalah bahan yang menjadi bagian menyeluruh produk jadi.

D: Bahan baku adalah bahan yang nilainya relatif kecil bila dibandingkan dengan harga pokok produk jadi.

 

02: Manakah di antara catatan persediaan bahan berikut ini yang diselenggarakan di bagian akuntansi persediaan?

A: Kartu Persediaan

B: Kartu Gudang

C: Kartu Barang

D: Kartu Harga Pokok

 

03: Catatan yang digunakan oleh Bagian Gudang untuk mencatat mutasi persediaan bahan baku yang disimpan di gudang adalah:

A: Kartu persediaan dan faktur dari penjualan.

B: Kartu Gudang dan Kartu Barang

C: Buku Jurnal Pembelian dan Kartu Persediaan

D: Laporan Penerimaan Barang dan Surat Order Pembelian.

 

04: Unit organisasi dalam perusahaan berikut ini yang seringkali biayanya diperhitungkan dalam harga pokok bahan baku yang dibeli, kecuali:

A: Bagian Pembelian

B: Bagian Penerimaan

C: Bagian Gudang

D: Bagian Pemasaran

***

Demikian 4 (empat) contoh soal pilihan ganda akuntansi biaya beserta jawabannya dengan tema biaya bahan baku.

 

02: Contoh Soal Akuntansi Biaya Tenaga Kerja

contoh soal akuntansi biaya tenaga kerja

Bagaimana bentuk soal akuntansi biaya tenaga kerja?

Perhatikan sajian berikut ini mengenai contoh soal akuntansi biaya tenaga kerja sebagai salah satu komponen penting biaya harga pokok proses  dan harga pokok produksi secara keseluruhan.

 

Soal akuntansi biaya tenaga kerja langsung  #1:

PT Karya Anak Nusantara mempunyai sistem penggajian karyawan. Jika karyawan bekerja lebih dari 40 jam dalam satu minggu, maka pegawai berhak menerima uang lembur dan premi lembur.

Misalnya dalam satu minggu Anda, seorang pegawai bekerja selama 45 jam dengan tarif upah dalam jam kerja biasa maupun lembur Rp 1000 per jam. Premi lembur dihitung sebesar 20% dari tarif upah.

Pertanyaan:

Bagaimana cara menghitung upah pegawai tersebut?

Jawaban:

(a). Jam biasa : 40 x Rp  10.000 = Rp 400.000

(b). Lembur : 5 x Rp 10.000 = Rp 50.000

(c). Premi Lembur : 5 x Rp 5000 = Rp 25.000

(d). Jumlah gaji pegawai tersebut per minggu = (a) + (b) + (c) = Rp 475.000

 

Soal akuntansi biaya tenaga kerja langsung  #2:

Misalkan seorang pegawai harus bekerja 40 jam setiap minggu dengan gaji Rp 1000 per jam. Dari 40 jam kerja tersebut misalnya 8 jam adalah waktu menganggur dan sisanya digunakan untuk mengerjakan pesanan tertentu.

Bagian untuk mencatat jurnal biaya tenaga kerja tersebut adalah sebagai berikut:

[Debit] Barang dalam proses – Biaya Tenaga Kerja Langsung …. Rp 36.800
[Debit] Biaya overhead pabrik sesungguhnya …. Rp Rp 3.200
[Kredit] Gaji …… Rp 40.000

 

03: Contoh Soal dan Jawaban Akuntansi Biaya Full Costing dan Variable Costing

Berikut ini disajikan contoh soal dan jawaban akuntansi biaya full costing dan variable costing.

Contoh soal akuntansi biaya metode full costing:

PT Mekanika Utama menentukan tarif biaya overhead pabrik sebesar Rp 1000 per jam mesin. Jika perusahaan menerima 100 macam pesanan dan menghabiskan waktu pengerjaan sebanyak 60.000 jam mesin dalam tahun 2020.

Bila perusahaan menggunakan metode full costing, berapa biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada produk? Bagaimana pencatatan jurnal akuntansinya?

Jawaban:

1: Biaya overhead pabrik :

= 60.000 x Rp 1.000
= Rp 60.000.000

2: Pencatatan jurnal :

[Debit] Barang Dalam Proses – Biaya Overhead Pabrik ….. Rp 60.000.000
[Kredit] Biaya Overhead Pabrik yang Dibebankan ………….. Rp 60.000.000

 

Contoh Soal dan Jawaban Akuntansi Biaya Variable Costing:

Perusahaan pengolahan makanan kebutuhan sehari hari, PT Anda Food menentukan tarif biaya overhead pabrik variabel sebesar Rp 200 per jam mesin. Jika perusahaan menerima 50 macam pesanan dan menghabiskan waktu pengerjaan sebanyak 30.000 jam mesin.

Berapa biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada produk dan bagaimana pencatatan jurnal transaksinya?

Jawaban soal:

1: Jumlah biaya overhead pabrik :

=  30.000 x Rp 200
= Rp 6.000.000

2: Pencatatan jurnal akuntansi :

Perhatikan jawaban contoh soal akuntansi biaya dan jurnalnya berikut ini:

[Debit] Barang Dalam Proses – Biaya Overhead Pabrik …. Rp 6.000.000
[Kredit] Biaya Overhead Pabrik yang Dibebankan ……………… Rp 6.000.000

 

04: Contoh Soal Akuntansi Biaya 2 Departemen

Perhatikan contoh soal akuntansi biaya 2 departemen dan contoh soal akuntansi biaya satu departemen berikut ini:

1: Berikut ini adalah metode alokasi bertahap biaya overhead 2 departemen, yaitu departemen pembantu ke departemen produksi, kecuali :

A: Metode alokasi kontinu

B: Metode alokasi langsung

C: Metode urutan alokasi yang diatur

D: Metode aljabar

 

2: Jika jasa departemen-departemen pembantu hanya dinikmati oleh departemen-departemen produksi saja, tanpa ada jasa departemen pembantu yang dipakai oleh departemen pembantu lainnya, maka metode alokasi biaya overhead departemen pembantu ke departemen produksi yang sebaiknya digunakan adalah :

A: Metode aljabar.

B: Metode alokasi kontinu.

C: Metode alokasi langsung.

D: Metode urutan alokasi yang di atur.

 

3: Jika jasa yang dihasilkan oleh departemen pembantu, di samping digunakan oleh departemen produksi, digunakan juga oleh departemen-departemen lain maka metode alokasi yang paling tidak cocok digunakan adalah :

A: Metode alokasi langsung.

B: Metode alokasi kontinu.

C: Metode aljabar.

D: Metode urutan alokasi yang diatur.

 

05: Contoh Soal Akuntansi Biaya Overhead Pabrik

Berikut ini disajikan contoh soal akuntansi biaya overhead pabrik sebagai komponen biaya harga pokok pesanan dari pelanggan. Termasuk contoh soal akuntansi biaya departementalisasi bop.

 

Contoh soal akuntansi biaya overhead pabrik #1:

Taksiran biaya overhead pabrik selama satu tahun anggaran adalah senilai Rp 10.000.000. Estimasi produk jadi yang akan dihasilkan dalam periode berjalan adalah sebesar 2.000 unit.

Pertanyaan:

  1. Berapa tarif biaya overhead pabrik?
  2. Berapa biaya overhead pabrik yang akan dibebankan jika melayani pesanan sebanyak 100 unit?

Jawaban soal:

1: Tarif biaya overhead pabrik: Rp 10.000.000 : 2.000 = Rp 5.000 per unit produk

2: Biaya overhead pabrik : Rp 5.000 x 100 = Rp 50.000

 

Contoh soal akuntansi biaya overhead pabrik #2:

Estimasi biaya overhead pabrik selama satu tahun anggaran adalah Rp 4.000.000. Perkiraan biaya tenaga kerja langsung selama satu periode anggaran adalah sebesar Rp 10.000.000.

Pertanyaan: Berapa biaya overhead pabrik?

Jawaban soal:

Untuk menghitung tarif biaya overhead pabrik adalah dengan rumus sebagai berikut:

(Estimasi biaya overhead pabrik : Estimasi biaya tenaga kerja langsung) x 100%

Jadi, tarif biaya overhead pabri dari soal di atas adalah :

= (Rp 4.000.000 : Rp 10.000.000) x 100%
= 40% dari biaya TK langsung yang digunakan.

 

06: Contoh Soal Akuntansi Biaya Manufaktur

contoh soal akuntansi biaya manufaktur

Untuk contoh soal akuntansi biaya manufaktur ini kami sajikan beberapa contoh soal pilihan ganda berikut ini:

1: Dari aktivitas berikut ini, mana yang termasuk aktivitas utama perusahaan manufaktur?

A: Mengolah bahan baku menjadi produk jadi.

B: Membeli barang kemudian menjualnya kembali.

C: Menghasilkan jasa untuk dijual kepada pihak luar.

D: Melakukan pengadaan barang.

 

2: Berikut ini adalah fungsi-fungsi pokok yang terdapat dalam organisasi perusahaan manufaktur, kecuali:

A: Fungsi logistik.

B: Fungsi produksi.

C: Fungsi pemasaran.

D: Fungsi Administrasi dan Umum.

 

3: Bagian-bagian yang keluarannya digunakan oleh bagian produksi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi disebut:

A: Bagian produksi.

B: Departemen pembantu.

C: Bagian administrasi dan umum.

D: Departemen pemasaran.

 

4: Di pabrik pembuatan sepeda gunung, manakah yang diklasifikasikan sebagai departemen pembantu?

A: Divisi maintenance.

B: Bagian marketing.

C: Divisi desain produk.

D: Divisi IT.

 

5: Manakah di antara bagian dalam perusahaan pembuatan sepeda yang termasuk dalam divisi produksi?

A: Divisi Pemeliharaan

B: Bagian Adm dan Umum

C: Divisi Genset

D: Divisi Warehouse

 

07: Contoh Soal Cost Accounting Metode Harga Pokok Pesanan (Job Order)

Berikut ini disajikan contoh soal akuntansi biaya job order costing:

Pesanan dari PT Satu Kosong Satu telah selesai diproduksi. Setelah dihitung biaya produksi yang dikeluarkan untuk pesanan tersebut berdasarkan kartu harga pokok sebagai berikut:

(a). Biaya bahan baku = Rp 1.000.000

(b). Biaya tenaga kerja langsung = Rp 500.000

(c). Biaya overhead pabrik = Rp 1.250.000

(d). Jumlah harga pokok pesanan =

= (a) + (b) + (c)
= Rp 1.000.000 + Rp 500.000 + Rp 1.250.000
= Rp 2.750.000

 

Soal:

Bagaimana pencatatan jurnal harga pokok produk jadi?

Jawaban :

Produk Jadi …….. Rp 2.750.000 [Debit]
Barang Dalam Proses – Biaya Bahan Baku ….. Rp 1.000.000 [Kredit]
BDP – Tenaga Kerja Langsung ……………. Rp 500.000 [Kredit]
BDP – Biaya overhead pabrik (BOP) ……. Rp 1.250.000 [Kredit]

 

08: Contoh Soal Akuntansi Biaya Harga Pokok Proses

Bagaimana pencatatan harga pokok produk dalam proses? Perhatikan contoh soal berikut ini:

Pesanan PT Satu Kosong Dua pada akhir periode belum selesai dikerjakan. Harga Pokok produk pesanan tersebut dapat dihitung dengan menjumlahkan biaya-biaya produksi yang telah dikeluarkan hingga akhir periode. Dan setelah dihitung, hasilnya adalah sebagai berikut:

  • Persediaan produk dalam proses = Rp 5.500.000
  • Biaya Bahan Baku (dalam proses) = Rp 1.500.000
  • Tenaga Kerja Langsung (dalam prose) = Rp 750.000
  • Biaya Overhead Pabrik = Rp 250.000

Soal:

Bagaimana jurnal untuk mencatat harga pokok proses produk pesanan PT Satu Kosong Dua yang belum selesai?

Jawaban soal:

Dari data-data dalam contoh soal di atas kita bisa membuat pencatatan jurnal sebagai berikut:

Persediaan produk dalam proses ….. Rp 5.500.000 [Debit]
Biaya Bahan Baku …………. Rp 1.500.000 [Kredit]
TK Langsung ………………… Rp 750.000 [Kredit]
Biaya Overhead Pabrik …. Rp 250.000 [Kredit]

 

09: Contoh Soal Akuntansi Biaya Sistem Biaya Taksiran

sistem biaya taksiran

Bagaimana cara mencatat biaya produksi melalui sistem biaya taksiran?

Perhatikan contoh soal akuntansi biaya sistem biaya taksiran berikut ini:

Soal:

Bagaimana prosedur pencatatan biaya bahan baku, tenaga kerja, dan  biaya overhead pabrik (BOP)?

Jawaban:

A: Prosedur pencatatan Biaya Bahan Baku

Bila perusahaan menggunakan metode mutasi persediaan barang, maka pembelian raw material dicatat dengan jurnal sebagai berikut:

[Debit] Persediaan Raw Material …. Rp xxxx
[Kredit]  Utang Dagang ………………….. Rp xxxx

Pemakaian raw material:

[Debit] Material – Bahan Dalam Proses … Rp xxxx
[Kredit] Persediaan Raw Material ……………. Rp xxxx

Bila perusahaan menerapkan metode persediaan fisik, maka pembelian raw material dicatat sebagai berikut:

[Debit] Pembelian …. Rp xxxx
[Kredit]  Utang Dagang ….. Rp xxxx

 

B: Prosedur Mencatat Biaya Tenaga Kerja

Cara mencatat biaya TK beserta komponen-komponennya yang sesungguhnya adalah sebagai berikut:

Biaya Tenaga Kerja – Barang Dalam Proses …. Rp xxxx [Debit]
Administrasi dan Umum …………………………… Rp xxxx [Debit]
Biaya Pemasaran …………………………………….. Rp xxxx [Debit]
Gaji dan Upah …………………………………………. … Rp xxxx [Kredit]  

 

C: Prosedur untuk mencatat Biaya Overhead Pabrik (BOP)

Bila perusahaan menggunakan sistem biaya taksiran, cara mencatat biaya overhead pabrik ada 2 (dua ) metode yang bisa digunakan, yaitu :

Cara Pertama:

Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya …. Rp xxxx [Debit]
Persediaan Suku Cadang ………………………. Rp xxxx [Kredit]
Akumulasi Penyusutan Aset Tetap ………… Rp xxxx [Kredit]
Kas ……………………………………………………. Rp xxxx [Kredit]

 

Pencatatan pembebanan biaya overhead pabrik di akhir periode:

[Debit] Biaya Overhead Pabrik (dalam proses) ……. Rp xxxx
[Kredit] BOP Sesungguhnya ……………………………….. Rp xxxx

 

Cara Kedua:

BOP Sesungguhnya ……………… Rp xxxx [Debit]
Persediaan Suku Cadang ……………. Rp xxxx [Kredit]
Akumulasi Depresiasi Aset Tetap … Rp xxxx [Kredit]
Kas ………………………………………….. Rp xxxx [Kredit]     

 

Pencatatan Pembebanan:

[Debit] BDP – Biaya Overhead Pabrik …. Rp xxxx
[Kredit] BOP Yang Dibebankan ……………… Rp xxxx

 

Jurnal Penutup:

[Debit] Biaya Overhead Pabrik yang Dibebankan …. Rp xxxx
[Kredit] BOP Sesungguhnya ………………………………….. Rp xxxx

***

Dan untuk melengkapi contoh soal akuntansi biaya sistem biaya taksiran, sekaligus sebagai bahan diskusi dan latihan sebelum ujian yang sesungguhnya, kami sajikan contoh soal pilihan ganda akuntansi biaya berikut ini:

1: Apa pengertian sistem biaya taksiran?

A: Sistem akuntansi biaya yang mengumpulkan biaya menurut pegawai yang bertanggungjawab atas biaya tersebut.

B: Sistem akuntansi biaya produksi yang menggunakan suatu bentuk biaya yang ditentukan di muka untuk menghitung harga pokok produk yang diproduksi.

C: Cost Accounting System yang mengumpulkan biaya yang seharusnya untuk memproduksi suatu produk.

D: Sistem akuntansi biaya yang mengkalkulasikan biaya yang sesungguhnya dan biaya yang ditentukan menurut taksiran.

 

2: Pada sistem biaya taksiran, account Barang Dalam Proses di-debit dengan:

A: Biaya produksi yang sesungguhnya terjadi.

B: Biaya produksi menurut taksiran.

C: Campuran biaya produksi sesungguhnya dengan biaya produksi menurut taksiran.

D: Biaya sesungguhnya.

 

10: Kesimpulan

Akuntansi biaya adalah bagian dari dua tipe akuntansi, yaitu akuntansi keuangan (financial accounting) dan akuntansi mananjemen (management accounting).

Cost accounting atau akuntansi biaya digunakan untuk melakukan proses klasifikasi, penyederhanaan, pencatatan, dan laporan biaya pengolahan serta penjualan produk.

Karena begitu pentingnya makna akuntansi biaya, maka manajemen perusahaan dan unit kerja yang terkait dengan produksi perlu mengetahui dan memahami topik dan tema yang dibahas dalam akuntansi biaya.

Dan salah satu cara untuk memudahkan dalam memahami akuntansi biaya dalah dengan memberikan dan menyajikan contoh-contoh yang terkait dengan kehidupan sehari-hari.

Sehingga kami berharap dengan disajikannya contoh-contoh soal dan jawaban bisa membantu Anda dalam memahami cost accounting.

Demikian sedikit yang bisa kami sampaikan, semoga bermanfaat dan terima kasih.