Inilah Komponen Laporan Keuangan Perusahaan Publik (Tbk)

Apa itu perusahaan publik atau Tbk? Apa komponen laporan keuangan perusahaan publik?

Perusahaan publik (Tbk) atau perusahaan terbuka adalah perusahaan yang menjual sahamnya ke masyarakat luas di bursa efek. Kalau di Indonesia namanya Bursa Efek Indonesia atau Indonesia Stock Exchange (IDX).

Salah satu unsur catatan atas laporan keuangan perusahaan publik (Tbk) adalah pengungkapan atas elemen atau komponen laporan keuangan perusahaan tbk, yang meliputi:

(1) Aset (Asset),

(2) Liabilitas (Liability),

(3) Ekuitas (Equity),

(4) Pendapatan (Revenue),

(5) Beban atau biaya, dan

(6) Pendapatan dan Beban lainnya.

Sekarang kita akan bahas pengungkapan ekuitas, pendapatan dan beban dalam laporan keuangan perusahaan tbk. Dilanjutkan membacanya sampai tuntas ya sobat…

 

01: Ekuitas Pemegang Saham Laporan Keuangan Perusahaan Publik

Pengungkapan Ekuitas dalam Laporan Keuangan Perusahaan Publik

Apa itu ekuitas?

Pos Ekuitas adalah elemen laporan keuangan perusahaan tbk yang disajikan dalam dalam laporan perusahaan posisi keuangan.

(a) Saham dalam Laporan Keuangan Perusahaan Publik

  • Rekonsiliasi jumlah saham beredar pada awal dan akhir periode
  • Hak, keistimewaan, dan pembatasan yang melekat pada setiap jenis saham, termasuk pembatasan atas dividen dan pembayaran kembali atas modal
  • Saham yang dicadangkan untuk penerbitan dengan hak, opsi dan kontrak penjualan saham termasuk jumlah dan persyaratan.
  • Penjelasan mengenai sifat dan tujuan setiap pos cadangan dalam ekuitas
  • Susunan pemegang saham dengan mengungkapkan jumlah lembar saham dan persentase kepemilikan: pemegang saham yang memiliki 5% (lima per seratus atau lebih), nama direktur dan komisaris yang memiliki saham, pemegang saham lainnya.

Perubahan modal saham:

  • Dalam hal terjadi perubahan modal saham dalam periode berjalan:
    • Keputusan yang berhubungan dengan perubahan modal saham tersebut, seperti pengesahan menteri HAM, persetujuan dan atau pemberitahuan menteri terkait, dan keputusan rapat umum pemegang saham (RUPS)
    • Sumber peningkatan modal saham, antara lain dari kapitalisai agio, saldo laba, penerbitan saham baru dari penawaran umum dengan dan atau tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (right issue dan private palcement), pelaksanaan waran, serta konversi obligasi.
    • Tujuan perubahan modal saham, antara lain dalam rangka ekspansi, penyelesaian pinjaman, atau pemenuhan kecukupan modal.

 

(b) Tambahan modal disetor (Additional Paid in Capital)

Ada 2 hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Rincian jumlah tambahan modal disetor
  2. Uraian sumber agio saham

Rincian biaya emisi, efek ekuitas berdasarkan penerbitan efek ekuitas.

  1. Uraian mengenai sifat dan asal selisih kurs atas modal disetor
  2. Uraian mengenai sifat dan asal tambahan modal disetor lainnya
  3. Pengungangkapan untu selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali, antara lain:
    • Nama dan penjelasan tentang entitas atau bisnis yang berkombinasi
    • Penjelasan mengenai hubungan sepengendali dari entitas-entitas yang bertransaksi dan bahwa hubungan tersebut tidak bersifat sementara.
    • Tanggal efektif transaksi.
    • Operasi atau kegiatan bisnis yang telah diputuskan untuk dijual atau dihentikan akibat kombinasi bisnis tersebut.
    • Kepemilikan entitas atau bisnis yang dialihkan serta jenis dan jumlah imbalan yang terjadi.
    • Nilai tercatat bisnis yang dikombinasikan atau dialihkan serta selisih antara nilai tercatat tersebut dengan jumlah imbalan yang diserahkan atau diterima.
    • Pengungkapan mengenai penyajian kembali laporan keuangan sebagaimana diatur dalam SAK.

 

(c) Selisih transaksi dengan pihak non pengendali

  • Uraian transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya pengendalian
  • Perhitungan selisih transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya pengendalian
  • Jumlah yang direalisasi ke laba rugi atas pelepasan investasi pada saat hilangnya pengendalian.

 

(d) Saham treasuri

  • Latar belakang pembelian kembali saham, pelepasan atau pengurangan modal disetor.
  • Tanggal atau periode perolehan serta jumlah lembar dan nilai saham treasuri yang diperoleh.
  • Waktu dan jumlah saham treasuri yang digunakan sebagai pengurangan modal disetor.
  • Tanggal dan jumlah saham treasuri yang dilepaskan kembali serta selisih antara harga perolehan dengan harga pelepasan saham treasuri.
  • Akumulasi jumlah lembar dan nilai saham treasuri.

 

(d) Saldo laba

  • Alasan dan jumlah penyesuaian periode yang lalu (jika ada)
  • Perubahan saldo laba pada periode bersangkutan dan persetujuan RUPS yang terkait
  • Saldo laba yang ditentukan penggunaannya, sifat dan tujuan setiap pos cadangan.

 

(e) Pendapatan komprehensif lainnya

Emiten atau perusahaan publik wajib mengungkapkan antara lain rincian bagian pemegang saham non pengendali atas ekuitas masing-masing entitas anak perusahaan yang tidak dapat diatribusikan secara langsung atau tidak langsung pada entitas induk.

Contoh analisis laporan keuangan perusahaan tbk yang telah diaudit dapat anda baca di artikel Laporan Keuangan Perusahaan Tbk dalam Siklus Akuntansi.

 

02: Pendapatan Laporan Keuangan Publik

Pengungkapan Pendapatan dalam Laporan Keuangan Perusahaan Publik

A: Apa itu Pendapatan atau Revenue?

Pos Pendapatan adalah elemen laporan keuangan perusahaan tbk yang disajikan dalam laporan laba rugi. Emiten atau perusahaan publik wajib mengungkapkan antara lain:

Jumlah setiap kategori signifikan dari pendapatan yang diakui selama periode, termasuk pendapatan yang berasal dari:

  1. Penjualan persediaan barang dagangan.
  2. Penjualan jasa
  3. Bunga
  4. Royalty
  5. Dividen

 

B: Metode Pengungkapan Pendapatan dalam Laporan Keuangan Perusahaan Publik

Cara mengungkapkan pendapatan secara terpisah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga, dan berikut ini format prosedur pengungkapannya:

Bagian pertama:

  • Rincian jumlah dari kelompok produk atau jasa utama
  • Nama pihak pembeli dan jumlah nilai penjualan yang melebihi 10% (sepuluh per seratus) dari pendapatan.
  • Jumlah pendapatan yang berasal dari pertukaran barang atau jasa yang tercakup dalam setiap kategori signifikan dari pendapatan (jika ada), yang diungkapkan terpisah berdasarkan pihak ketiga

Konstruksi:

  • Khusus untuk kontrak konstruksi, diungkapkan antara lain:
  • Pendapatan kontrak konstruksi:
    1. Jumlah pendapatan kontrak yang diakui sebagai pendapatan dalam periode berjalan
    2. Metode yang digunakan untuk menentukan pendapatan kontrak yang diakui dalam periode berjalan
    3. Metode yang digunakan untuk menentukan tahap penyelesaian kontrak
  • Pekerjaan dalam proses penyelesaian ada tanggal akhir periode pelaporan:
    1. Jumlah agregat biaya yang terjadi dan laba atau rugi yang diakui sampai tanggal pelaporan.
    2. Jumlah uang muka yang diterima
    3. Nilai retensi.
  • Nilai tagihan dan utang bruto kepada pemberi kerja, masing-masing sebagai aset dan liabilitas.

Hubungan keagenan:

  • Dalam hal emiten atau perusahaan publik memiliki transaksi hubungan keagenan, diungkapkan secara terpisah, maka:
    1. Penjualan biasa dan penjualan dari hubungan keagenan
    2. Pendapatan komisi yang diperoleh emiten atau perusahaan publik sebagai agen dari transaksi keagenan dengan pendapatan lainnya.
    3. Perincian dari komponen pendapatan neto yang diperoleh emiten atau perusahaan publik sebagai prinsipal dari transaksi keagenan, yang antara lain terdiri dari:
  • Pendapatan bruto
  • Retur/rabat/diskon terkait
  • Total pendapatan neto

 

03: Beban Laporan Keuangan Perusahaan Publik

Pengungkapan Beban dalam Laporan Keuangan Perusahaan Publik

Pos Beban atau biaya merupakan elemen laporan keuangan perusahaan tbk yang disajikan di laporan laba rugi (statement of profit or loss). Ada beberapa pos beban yang harus diungkapkan oleh perusahaan publik, yaitu:

1: Beban Pokok Penjualan

Adalah biaya dan beban yang berhubungan dengan peroleh barang, antara laing yang dirinci sebagai berikut:

  1. Biaya bahan baku
  2. Bahan penolong dan pendukung
  3. Biaya tenaga kerja
  4. Beban overhead
  5. Nama pihak penjual dan nilai pembelian yang melebihi 10% (sepuluh perseratus) dari pendapatan.

Bagaimana pengaruh dan penyajian harga pokok penjualan (HPP) di Laporan Laba Rugi?

Hasil perhitungan pendapatan bersih dikurangi dengan beban pokok penjualan akan menghasilkan laba kotor atau profit bruto, sehingga kesalahan dalam menghitung HPP akan berpengaruh terhadap Laba atau Rugi perusahaan pada periode tertentu.

Jadi, format penyajian Harga Pokok Penjualan (HPP) di Laporan Keuangan perusahaan, yaitu pada Laporab Laba Rugi kurang lebih seperti berikut ini:

PT Xidev Bening
Laporan Laba Rugi (Income Statement)
Untuk Periode yang berakhir 31 Desember 2021

(a) Pendapatan ….. Rp xxxx

(b) Harga Pokok Penjualan:

(1). Persediaan Barang Awal Periode …. Rp xxxx
(2). Pembelian Barang …. Rp xxxx
(3). Persediaan Barang Siap Dijual: (1) + (2)
(4). Persediaan Akhir … Rp xxxx
(5). Harga Pokok Penjualan : (3) – (4)

(c). Laba (Rugi) Kotor : (a) – (b)

 

2: Beban Usaha dalam Laporan Keuangan Perusahaan Publik

Pada umumnya, yang harus diungkapkan rincian sifat beban berdasarkan kategori fungsinya, yaitu antara lain:

A: Beban penjualan

Adalah biaya yang terkait dengan aktivitas penjualan, antara lain:

  • Biaya iklan dan promosi
  • Cetak pamflet, brosur, dan spanduk
  • Biaya event pemasaran

B: Biaya distribusi

Beban yang berhubungan dengan penyebaran dan distribusi produk, antara lain:

  • Biaya pengiriman produk
  • Beban lain-lain distribusi produk

C: Beban umum dan administrasi

Biaya yang berhubungan dengan pengeluaran dana kas untuk keperluan yang sifatnya umum dan menyangkut administrasi, contoh:

  • Biaya gaji karyawan marketing
  • Beban komisi
  • Beban fee dan bonus
  • Biaya kesejahteraan karyawan marketing

 

3: Pendapatan dan Beban lainnya

Adalah biaya dan pendapatan yang berasal dari luar bisnis utama, antara lain:

A: Pendapatann lainnya

Merupakan pendapatan yang diperoleh perusahaan dari sumber utama. Contoh pendapatan bunga.

B: Beban

Adalah biaya yang dikeluarkan selain untuk keperluan bisnis utama, contoh beban bunga bank.

C: Biaya Keuangan

Merupakan biaya atau beban yang dikeluarkan menyangkut keuangan.

 

4: Biaya Pinjaman, meliputi:

  • Beban keuangan yang dihitung dengan menggunakan metode suku bunga efektif
  • Beban keuangan dalam sewa pembiayaan yang diakui sesuai SAK yang berlaku
  • Selisih kurs yang berasal dari pinjaman dalam mata uang asing sepanjang selisih kurs tersebut diperlakukan sebagai penyesuaian terhadap bunga.

 

5: Biaya keuangan lainnya

Adalah biaya dan beban yang terjadi dari transaksi instrumen keuangan, meliputi:

  • Rugi penurunan nilai dari kuotasi atas investasi tersedia untuk dijual
  • Rugi neto dari instrumen keuangan yang diakui pada nilai wajar melalui laba rugi
  • Amortisasi premi/diskonto kontrak berjangka yang bertujuan untuk lindung nilai.

 

6: Bagian laba rugi

Yakni bagian laba rugi dari entitas asosiasi dan atau ventura bersama antara lain:

  • Bagian laba rugi dari masing-masing entitas asosiasi dan atau ventura bersama yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas.
  • Bagian laba rugi dari entitas asosiasi dari operasi yang dihentikan, yang diungkapkan secara terpisah.

 

04. Kesimpulan tentang Komponen Laporan Keuangan Perusahaan Publik (Tbk)

Laporan keuangan mempunyai format baku yang harus diikuti oleh perusahaan/ organisasi/ institusi/ yayasan dan semua lembaga yang membuat laporan keuangan, tak terkecuali perusahaan Tbk atau perusahaan publik.

Apa itu perusahaan publik (Tbk)?Adalah perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh publik melalui pasar saham (Bursa Efek Indonesia atau Indonesia Stock Exchange (IDX), contohnya Bank Mandiri dan PT Astra Internasional.

Ada lima laporan keuangan yang harus disusun oleh perusahaan publik, yaitu:

1: Laporan Laba Rugi (Statement of Profit or Loss)

2: Laporan Posisi Keuangan (Statement of Financial Position)

3: Cash Flows Statement

4: Laporan Perubahan Ekuitas (Statement of Changes on Equity)

5: Catatan Atas Laporan Keuangan (Notes of Financial Statement)

Setiap jenis laporan keuangan memiliki format dan komponen penyajian yang telah diatur dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK).

Dan bila Anda ingin membaca contoh beberapa format laporan keuangan, langsung saja ke::

1: Laporan Keuangan Yayasan Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS)

2: Contoh Laporan Keuangan dan Cara Sederhana untuk Membuatnya.

Demikian materi yang dapat saya bagikan pembahasan tentang elemen/komponen laporan keuangan perusahaan publik (tbk) yaitu aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan dan beban/biaya. Semoga bermanfaat dan terima kasih.*****

Note:
Diperbolehkan mengutip artikel ini dengan menyebutkan/menyertakan LINK sumbernya. Thanks.

Halo, saya seorang profesional bidang Finance & Accounting yang setiap hari berkutat dengan data-data serta angka. Siap mendampingi dan membuatkan Laporan Keuangan Bisnis Anda sesuai Standar Akuntansi Keuangan.

SOP Keuangan

Tinggalkan komentar Batalkan balasan