Kursus Akuntansi Membuat Laporan Keuangan dengan Excel: Laba Rugi, Equity, Neraca, Arus Kas

Membuat Chart of Account (COA)

Praktik pertama dalam kursus akuntansi online maupun offline (tatap muka) untuk menyusun laporan keuangan adalah merancang kode akun Excel (chart of account).

Cara termudah untuk membuat chart of account adalah mengacu pada pos-pos yang akan disajikan pada laporan keuangan. Ada 5 (lima) pos utama yang menyusun statements of financial, yaitu:

  1. Assets; cash, inventory
  2. Liability; utang jangka pendek
  3. Equity; saham, laba ditahan
  4. Revenue; penjualan
  5. Cost; gaji, biaya marketing

Misalnya, akun kas kantor cabang Madura adalah 11200. Artinya, angka satu paling kiri menunjukkan kelompok aset. Angka 1 yang kedua adalah cabang utama Jawa Timur, sedangkan angka 2 di urutan ketiga dari kiri menunjukkan cabang Madura.

Perhatikan contoh chart of account berikut ini:

Kursus Akuntansi - Chart of Account COA
Contoh Chart of Account (COA)

Menyiapkan Buku Jurnal

Setelah chart of account selesai dibuat, langkah selanjutnya adalah menyiapkan buku jurnal akuntansi.

Buku jurnal digunakan untuk menampung catatan pertama dari setiap transaksi bisnis yang dilakukan perusahaan selama periode tertentu. Misalnya, perusahaan menjual barang seharga Rp 500.000. Transaksi penjualan ini akan dicatat ke dalam buku jurnal sebagai berikut:

[Debit] Kas …. Rp 500.000
[Kredit] Penjualan …. Rp 500.000

Demikian juga dengan jenis transaksi-transaksi lainnya, semua dicatat ke dalam buku jurnal dengan berpedoman pada prinsip debit kredit.

Materi ini menjadi perhatian serius dalam kursus akuntansi online dan offline bersertifikat ini, karena jika salah dalam melakukan pencatatan, maka akan mengakibatkan kesalahan dalam langkah serta tahapan selanjutnya.

Perhatikan contoh buku jurnal Excel berikut ini:

buku jurnal
Contoh pencatatan jurnal transaksi

Baca artikel terkait tentang Peluang Kerja Staf Admin Rumah Sakit

Memindahkan (Posting) Buku Besar

Buku besar disiapkan setelah proses pencatatan transaksi selesai dilakukan. Cara membuat buku besar adalah dengan memindahkan setiap catatan dari jurnal umum sesuai dengan akun di buku besar.

Dalam pelatihan akuntansi ini dipelajari cara memindahkan (posting) pencatatan menggunakan fungsi Excel SUMIF. Contoh penulisan rumusnya sebagai berikut:

Kolom Debit:

=SUMIF(Jurnal!$E$6:$E$25;’BUKU BESAR’!$A7;Jurnal!$F$6:$F$25)

Kolom Kredit:

=SUMIF(Jurnal!$E$6:$E$25;’BUKU BESAR’!$A7;Jurnal!$G$6:$G$25)

Perhatikan contoh buku besar yang sudah jadi berikut ini:

Buku Besar Akuntansi
Contoh buku besar transaksi

Menyusun Neraca Saldo Sebelum Disesuaikan

Neraca saldo sebelum penyesuaian adalah daftar saldo setiap akun yang disusun berdasarkan buku besar. Pada training akuntansi ini dipelajari dan dipraktikkan cara mengambil saldo masing-masing akun dari buku besar ke neraca saldo (trial balance).

Ada dua cara pengambilan saldo akun, yaitu secara manual dengan mengambil satu per satu, atau menggunakan rumus Excel Vlookup dengan contoh susunan penulisannya seperti berikut ini:

=IFERROR(VLOOKUP($A5;’Buku Besar’!$A$3:$F$124;5;FALSE);0)

Dan hasilnya nampak seperti berikut ini:

Neraca Saldo Sebelum Penyesuaian
Contoh Neraca Saldo Sebelum Penyesuaian

Membuat Penyesuaian Adalah Materi Kursus Akuntansi

Ada 6 (enam) jenis akun atau pos yang sering dilakukan penyesuaian dan dibahas secara rinci dalam kursus akuntansi, antara lain:

  1. Pendapatan yang akan diterima
  2. Biaya yang masih akan dibayar
  3. Pendapatan diterima di muka
  4. Biaya dibayar di muka
  5. Persediaan akhir periode
  6. Penyusutan aset tetap berwujud

Bagaimana cara membuat jurnal penyesuaian? Perhatikan contoh berikut ini:

PT Aksesinda Jaya Perkasa merupakan perusahaan jasa developt aplikasi dan maintenance infrastruktur teknologi informasi. Pada tanggal 10 Januari 2022 perusahaan menerima pembayaran jasa pemeliharaan untuk 3 bulan ke depan sebesar Rp 12.000.000.

Atas transaksi tersebut PT Aksesinda Jaya Perkasa melakukan pencatatan jurnal akuntansi sebagai berikut:

Tanggal 10 Januari 2022:

[Debit] Kas …. Rp 12.000.000
[Kredit] Pendapatan Jasa Diterima Dimuka …. Rp 12.000.000

Tanggal 31 Januari 2022: Membuat jurnal penyesuaian untuk mengalokasikan pendapatan di bulan pertama:

[Debit] Pendapatan Jasa Diterima Dimuka …. Rp 4.000.000
[Kredit] Pendapatan Jasa … Rp 4.000.000

28 Februari 2022: Membuat jurnal penyesuaian untuk bulan kedua:

[Debit] Pendapatan Jasa Diterima Dimuka …. Rp 4.000.000
[Kredit] Pendapatan Jasa … Rp 4.000.000

31 Maret 2022: Membuat jurnal penyesuaian untuk bulan ketiga:

[Debit] Pendapatan Jasa Diterima Dimuka …. Rp 4.000.000
[Kredit] Pendapatan Jasa … Rp 4.000.000

Baca artikel terkait tentang Cara Menjadi Admin Media Sosial

Menyusun Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

Setelah melakukan proses penyesuaian beberapa akun atau pos yang memerlukan penyesuaian, selanjutnya menyiapkan neraca saldo setelah penyesuaian. Cara membuatnya adalah dengan menambahkan atau mengurangi saldo akun-akun di neraca saldo sebelum penyesuaian dengan jurnal penyesuian.

Perhatikan contoh kasus berikut ini:

Akun Persediaan Bahan Habis Pakai di neraca saldo sebelum penyesuaian (unadjusted journal entries) adalah sebesar Rp 50.000.000, sedangkan hasil penghitungan akhir periode di gudang adalah Rp 30.000.000. Jadi, ada selisih sebesar Rp 20.000.000.

Adanya selisih jumlah persediaan menurut catatan dan fisik ini, maka perusahaan membuat jurnal penyesuaian sebagai berikut:

[Debit] Biaya Persediaan Bahan Habis Pakai … Rp 20.000.000
[Kredit] Persediaan … Rp 20.000.000

Berapa nilai saldo persediaan bahan habis pakai di neraca saldo setelah penyesuaian?

Yuk dihitung bareng-bareng…

Saldo persediaan menurut catatan – Penyesuaian

= Rp 50.000.000 – Rp 20.000.000

= Rp 30.000.000

Jadi, nilai saldo akun persediaan bahan habis pakai adalah sebesar Rp 30.000.000

Untuk contoh dan kasus-kasus lainnya akan dibahas secara rinci dalam kursus akuntansi online maupun offline di kelas. So, segeralah mendaftar 🙂

Bagaimana pencatatan penerimaan uang di toko retail? baca >> SOP Kasir.

Menyiapkan Neraca Lajur atau Kertas Kerja Akuntansi

Kertas kerja akuntansi dibuat untuk membantu proses akhir penyusunan laporan keuangan. Kertas kerja ini berisi rangkuman dari semua proses pembuatan laporan keuangan dari bukti transaksi sampai laporan laba rugi dan neraca.

Dari neraca lajur kita sudah bisa tahu berapa laba (rugi) dan posisi keuangan perusahaan saat itu.

Beberapa rumus Excel yang digunakan dalam kertas kerja akuntansi antara lain:

1: Fungsi Excel TEXT

Fungsi Excel Text digunakan untuk mengambil salah satu karakter dari kode akun. Misalnya kode akun aset adalah 1-00000, maka untuk mengambil angka satu bisa menggunakan fungsi Excel Text dengan penulisan rumus sebagai berikut:

=LEFT(Kode_Account;1)

Tujuan diambilnya satu digit angka kode akun adalah untuk mengambil data-data dari neraca saldo setelah penyesuaian.

2: Fungsi Excel IF

Setelah mengambil salah satu angka dari kode akun, selanjutnya digolong-golongkan. Jika angka 1,2 dan 3 maka diambil untuk laporan posisi keuangan, sedangkan  angka 4 dan 5 akan disajikan untuk laporan laba rugi.

Perhatikan contoh neraca lajur atau kertas kerja sebagai berikut:

kertas kerja akuntansi
Contoh kertas kerja akuntansi atau neraca lajur

Jadi sampai di tahap ini, peserta kursus akuntansi online bersertifikat sudah bisa mengetahui nilai laba usaha dan neraca. Langkah selanjutnya adalah memindahkan angka-angka tersebut ke dalam format yang ditentukan oleh pihak berwenang.

Halo, saya seorang profesional bidang Finance & Accounting yang setiap hari berkutat dengan data-data serta angka. Siap mendampingi dan membuatkan Laporan Keuangan Bisnis Anda sesuai Standar Akuntansi Keuangan.