Apakah Anda Kesulitan Membuat Laporan Keuangan? Ikuti Langkah-langkah ini

Membuat Laporan Keuangan – Laporan Keuangan adalah laporan yang dibuat oleh pengelola perusahaan sebagai laporan pertanggungjawaban kepada pemilik modal, investor, dan pemerintah.

Kali ini Blog Siklus Akuntansi akan membahas cara membuat laporan keuangan perusahaan dagang sepeda motor. Langkah-langkah membuat laporan keuangan ini disajikan dengan rinci untuk setiap tahapnya.

Laporan apa saja yang akan dibuat? Ada 6 (enam) laporan yang akan kita buat, yaitu:

  1. Laporan Laba Rugi (Income Statement)
  2. Neraca atau Laporan Posisi Keuangan
  3. Statement of Cashflows atau Laporan Arus Kas
  4. Laporan Piutang
  5. Laporan Utang
  6. Laporan Persediaan

Okay, langsung saja kita mulai step by step ya…

 

01. Membuat Laporan Keuangan – Merancang Kode Akun (Chart of Account – COA)

A: Tujuan Membuat Kode Akun

Tujuan utama membuat kode akun adalah untuk memudahkan kita dalam memilah-milah, menggolongkan, dan mengklasifikasi sebuah transaksi sesuai dengan elemen laporan keuangan.

Tidak ada ketentuan yang mengatur jumlah digit kode akun, mau 4 digit boleh, 5, 6, 7, 8 digit juga tidak ada yang melarang, yang penting kita tahu tujuan dan maksud dari kode akun tersebut, serta tidak ngawur 🙂

 

B: Jenis Akun

Ada 5 (lima) elemen utama dari Laporan Keuangan. Tiga elemen, yaitu ASET, Likuiditas, dan Ekuitas termasuk ke dalam elemen Laporan Posisi Keuangan (NERACA) dan Dua elemen, yaitu Pendapatan dan Biaya sebagai elemen Laporan Laba Rugi.

Setelah kita mengetahui ada 5 elemen yang menyusun Laporan Keuangan, selanjutnya kita buat akun dengan ketentuan sebagai berikut:

Digit pertama untuk kelompok induk kode akun, yaitu:

  • 1 untuk kelompok aktiva/aset
  • 2 untuk keompok likuiditas/utang
  • 3 untuk kelompok ekuitas
  • 4 untuk kelompok pendapatan
  • 5 untuk kelompok biaya/beban

Kalau kemudian digit utama lebih dari angka 5, maka tambahan-tambahan itu tidak jauh dari ke-lima akun utama.

Digit kedua untuk sub kelompok dari masing-masing akun utama. Dan digit ketiga merupakan nomor urut dari masing-masing akun.

Misalnya: 4102 Pendapatan dari penjualan barang B, ini berarti Pendapatan dengan nomor urut 02 adalah untuk penjualan barang B.

Untuk membantu dalam merancang, membuat, dan menyusun kode dan nama akun secara efisien serta cepat, baca tutorial cara membuat kode akun Excel.

 

C: Contoh Akun

Berikut contoh akun yang digunakan untuk membuat laporan keuangan ini:

Kelompok Akun Aset:

  • 1-1000  Aktiva lancar
  • 1-1100  Kas
  • 1-1200  Bank Permata
  • 1-1300  Bank Mutiara
  • 1-1400  Piutang
  • 1-1500  Persediaan motor
  • 1-1600  Perlengkapan kantor
  • 1-1700  Sewa dibayar dimuka
  • 1-1800  Iklan dibayar dimuka
  • 1-2000  Aktiva Tetap
  • 1-2100  Peralatan kantor
  • 1-2110  Akum. penyusutan peralatan kantor
  • 1-2200  Kendaraan
  • 1-2210  Akum. penyusutan kendaraan

Jenis Akun Kewajiban:

  • 2-1000  Hutang lancar
  • 2-1100  Hutang usaha
  • 2-1200  Uang muka customer
  • 2-1300  PPn masukan
  • 2-1400  PPn keluaran

Kelompok Akun Ekuitas:

  • 3-0000  Modal
  • 3-1000  Modal usaha
  • 3-2000  Laba ditahan
  • 3-3000  Laba periode berjalan

Akun Pendapatan:

  • 4-0000  Pendapatan
  • 4-1000  Penjualan motor
  • 4-1100  Potongan penjualan
  • 4-1200  Retur penjualan

Golongan Akun Beban/Biaya:

  • 5-0000  Harga pokok penjualan
  • 5-1000  Pembelian
  • 5-1100  Potongan pembelian
  • 5-1200  Retur pembelian
  • 6-0000  Beban-beban
  • 6-1000  Gaji karyawan
  • 6-1100  Beban administrasi
  • 6-1200  Beban listrik, air dan telepon
  • 6-1300  Beban sewa
  • 6-1400  Beban iklan
  • 6-1500  Beban perlengkapan kantor
  • 6-1600  Beban penyusutan peralatan kantor
  • 6-1700  Beban penyusutan kendaraan
  • 6-1800  Beban service
  • 6-1900  Beban operasional lainnya
  • 7-0000  Pendapatan lain-lain
  • 7-1000  Bunga bank
  • 8-0000 Beban lain-lain
  • 8-1000  Beban bunga
  • 8-2000  Administrasi bank

 

D: Data Pendukung Laporan Keuangan

Berikut ini adalah data-data pendukung lain adalah sebagai berikut:

1: Saldo awal untuk akun-akun

Saldo awal akun adalah saldo akun yang berasal dari neraca laporan keuangan akhir periode sebelumnya.

Berdasarkan transaksi-transaksi keuangan yang telah terjadi, perusahaan memiliki saldo awal akun sebagai berikut:

Daftar akun

 

2: Data Produk yang dijual

Perusahaan menjual motor dengan berbagai tipe dari berbagai merk seperti Honda, Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki. Pada awal Agustus 2018, tipe dan jumlah yang masih tersedia adalah sebagai berikut:

Tabel: Daftar produk

 

3: Data Customer dan Pemasok

Untuk menjalankan usahanya, perusahaan bekerjasama dengan para customer dan supplier/pemasok.

Pemasok adalah pemasok persediaan motordengan sistem pembayaran yang telah disepakati.

Customer atau pelanggan adalah pembeli baik secara tunai maupun kredit.

Untuk data customer yang melakukan pembelian secara kredit, peruahaan mencatat datanya secara terpisah, tujuannya agar penagihan piutang kepada customer dapat terkontrol dengan baik.

Dari transaksi penjualan yang terjadi, belum ada penjualan yang dilakukan secara kredit, sedangkan untuk pembelian telah terjadi transaksi pembelian kepada supplier secara kredit.

Berikut data supplier perusahaan dan saldo awal hutang masing-masing supplier:

Tabel: Daftar supplier

 

4: Aktiva Tetap

Aset tetap atau aktiva adalah aset yang dimiliki oleh perusahaan, digunakan untuk operasional perusahaan dan memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun.

Penggunaan aset tetap setiap periode, misalnya bulan atau tahun harus diperhitungkan nilainya yang biasanya disebut penyusutan.

Penyusutan adalah alokasi biaya aset tetap selama masa manfaat aset. Alokasi biaya ini bertujuan agar perusahaan mempunyai dana cadangan yang nantinya dapat digunakan untuk membeli aset baru jika aset yang lama sudah tidak dapat dipergunakan lagi.

Berikut ini daftar aset tetap yang dimiliki perusahaan:

Daftar aset tetap

Sedangkan metode perhitungan penyusutan yang digunakan perusahaan adalah metode garis lurus.

Dari perhitungan menggunakan metode garis lurus tersebut, diperoleh nilai penyusutan aset tetap seperti berikut ini:

Proses perhitungan penyusutan aset tetap

 

02. Proses Membuat Laporan Keuangan – Menyiapkan Buku Jurnal Umum

A: Pengertian Buku Jurnal Umum

Buku Jurnal Umum atau buku jurnal, atau jurnal akuntansi merupakan buku yang menampung semua jurnal atas transaksi, antara lain: jurnal umum, jurnal pembelian, jurnal penjualan.

Pencatatan transaksi-transaksi di buku jurnal umum merupakan langkah kedua dalam membuat laporan keuangan. Langkah pertama adalah menganalisis dan meng-klasifikasikan transaksi sesuai dengan kode akun.

Sistem pencatatan transaksi-transaksi bisnis yang dilakukan perusahaan menggunakan pedoman atau prinsip persamaan dasar akuntansi.

 

B: Contoh Transaksi

Transaksi-transaksi yang terjadi selama bulan Agustus 2018 adalah sebagai berikut:

1: Jenis transaksi penerimaan kas

Penjualan tunai motor, harga belum termasuk PPN dengan rincian sebagai berikut:

  • 03/08/2018: 1 unit Honda Revo Rp 13.245.000
  • 05/08/2018: 1 unit Yamaha Jupiter Rp 17.300.000
  • 06/08/2018: 1 unit Yamaha Mio Rp 13.700.000
  • 08/08/2018: 1 unit Suzuki Satria Rp 19.820.000
  • 10/08/2018: 1 unit Suzuki Smash Rp 10.695.000
  • 13/08/2018: 1 unit Kawasaki Ninja Rp 25.200.000
  • 15/08/2018: 1 unit Kawasaki Ninja 150 RR Rp 35.100.000

 

2: Transaksi pengeluaran kas

Berikut contoh transaksi untuk dicatat pada jurnal umum dan jurnal pembelian yang terjadi di perusahaan selama bulan Agustus 2018:

  • 04/08/2018: Pembelian kertas HVS 2 Rim  dan ATK Rp 205.000
  • 07/08/2018: Service 2 unit AC Rp 90.000
  • 10/08/2018: Iklan di Google Ads Rp 1.500.000
  • 11/08/2018:  pembelian tunai 2 unit motor Honda Revo dari PT Prima Honda Rp 16.502.000 belum termasuk PPN.
  • 12/08/2018: Air minum Rp 120.000
  • 14/08/2018: Retribusi sampah Rp 20.000
  • 20/08/2018: Pembayaran air, listrik dan telepon Rp 534.000
  • 24/08/2018: Pembayaran utang PT Prima Honda Rp 20.068.000, melalui transfer Bank Permata
  • 27/08/2018: Pembayaran utang PT Sanjaya Motor Rp 15.350.000 melalui transfer Bank Mutiara
  • 30/08/2018: Perusahaan menarik dana untuk gaji dari bank Permata Rp 8.500.000
  • 31/08/2018: Biaya adm bank permata Rp 345.000 dan bank Mutiara Rp 278.000

 

3: Jenis transaksi pembelian

Pembelian adalah proses pengadaan barang-barang atau persediaan yang diperlukan untuk aktivitas operasional perusahaan.

Berikut contoh transaksi pembelian yang terjadi pada perusahaan selama bulan Agustus 2018, transaksi ini biasanya dicatat pada jurnal PEMBELIAN.

21/08/2018:

Pembelian persediaan motor dari PT Prima Honda dengan rincian sebagai berikut:

Honda Revo = 1 unit, harga 8.251.000
Honda Revo std = 2 unit, harga 8.609.000
Supra X = 1 unit, harga 10.091.000

23/08/2018:

Pembelian persediaan motor dari PT Sanjaya Motor dengan perincian sebagai berikut:

Jupiter MX = 2 unit, harga Rp 9.863.000
Yamaha Jupiter MX CW = 1 unit, harga Rp 11.245.000
Jupiter Z = 2 unit, harga Rp 9.100.000

26/08/2018:

Pembelian persediaan motor dari Suzuki Indonesia dengan rincian sebagai berikut:

Satria FU = 1 unit, harga Rp 12.220.000
Smash 110 = 2 unit, harga Rp 6.951.000

29/08/2018:

Perusahaan mengembalikan satu unit motor kepada Suzuki Indonesia karena terjadi kerusakan, dengan rincian:

Smash 110 = 1 unit, harga Rp 6.951.000

 

4: Transaksi Penjualan

Penjualan adalah serangkaian aktivitas untuk menjual barang dagang, mulai dari penerimaan order, pengiriman barang, pencatatan piutang dan penerimaan pembayaran piutang yang timbul dari penjualan tersebut.

Berikut contoh transaksi pembelian pada bulan Agustus 2018. Transaksi ini biasanya dicatat pada jurnal penjualan.

Dijual satu unit motor Yamaha Mio GT secara kredit dengan lama angsuran 10 kali, harga 23.205.000 tidak termasuk PPn, kepada seorang pelanggan. Pelanggan membayar uang muka sebesar Rp 3.000.000.

 

C: Jurnal Penyesuaian

Pengertian Jurnal Penyesuaian adalah jurnal yang dibuat untuk melakukan penyesuaian terhadap akun-akun tertentu agar sesuai dengan nilai yang sebenarnya.

Berikut ini contoh data akun yang memerlukan penyesuaian pada akhir bulan Agustus 2018:

  • Sewa dibayar di muka yang telah terpakai bulan Agustus 2018 Rp 1.750.000
  • Perlengkapan kantor yang telah terpakai ditaksir sebesar Rp Rp 250.000
  • Iklan dibayar di muka yang telah terpakai sebesar Rp 500.000
  • Penyusutan peralatan kantor bulan Agustus 2018 Rp 300.000
  • Penyusutan kendaraan sebesar Rp 477.500
  • Persediaan barang dagang pada akhir periode senilai Rp 200.884.000

Perhitungan harga pokok penjualan (HPP) dan pencatatan jurnalnya adalah sebagai berikut:

Perhitungan harga pokok penjualan

 

D: Pencatatan Jurnal Transaksi

Dari transaksi-transaksi tersebut, selanjutnya dicatat dalam buku jurnal berpedoman pada prinsip Debit Kredit disesuaikan dengan kode akun seperti berikut ini:

03/08/2018:

(Dr,) 11100       Kas                 Rp14.569.500
(Cr.) 21400       PPn keluaran          Rp1.324.500
(Cr.) 41000       Penjualan motor    Rp13.245.000

05/08/2018 :

(Dr.) 11100       Kas                 Rp19.030.000
(Cr.) 21400       PPn keluaran          Rp1.730.000
(Cr.) 41000       Penjualan motor     Rp17.300.000

06/08/2018:

(Dr.) 11100       Kas                 Rp15.070.000
(Cr.) 21400       PPn keluaran            Rp1.370.000
(Cr.) 41000       Penjualan motor       Rp13.700.000

08/08/2018:

(Dr.) 11100       Kas                 Rp21.802.000
(Cr.) 21400       PPn keluaran            Rp1.982.000
(Cr.) 41000       Penjualan motor       Rp19.820.000

10/08/2018:

(Dr.) 11100       Kas                 Rp11.764.500
(Cr.) 21400       PPn keluaran            Rp1.069.500
(Cr.) 41000       Penjualan motor       Rp10.695.000

13/08/2018 :

(Dr.) 11100       Kas                 Rp27.720.000
(Cr.) 21400       PPn keluaran            Rp2.520.000
(Cr.) 41000       Penjualan motor       Rp25.200.000

15/08/2018:

(Dr.) 11100       Kas                 Rp38.610.000
(Cr.) 21400       PPn keluaran            Rp3.510.000
(Cr.) 41000       Penjualan motor      Rp35.100.000

04/08/2018        (Dr.) 11600       Perlengkapan kantor   Rp205.000
04/08/2018        (Cr.) 11100       Kas                                  Rp205.000

07/08/2018:

(Dr.) 61800       Beban service  Rp90.000
(Cr.) 11100       Kas                            Rp90.000

10/08/2018:

(Dr.) 11800       Iklan dibayar dimuka  Rp1.500.000
(Cr.) 11100       Kas                               Rp1.500.000

11/08/2018:

(Dr.)       Pembelian        Rp16.502.000
(Dr.) 21300       PPn masukan   Rp1.650.200
(Cr.)11300        Bank Mutiara          Rp18.152.200

12/08/2018:

(Dr.) 61900       Beban operasional lainnya Rp120.000
(Cr.) 11100       Kas                                      Rp120.000

14/08/2018:

(Dr.) 61900       Beban operasional lainnya   Rp20.000
(Cr.) 11100       Kas                                        Rp20.000

20/08/2018:

(Dr.) 61200       Beban listrik, air & telepon Rp534.000
(Cr.) 11100       Kas                                       Rp534.000

24/08/2018 :

(Dr.) 21100       Hutang usaha   Rp20.068.000
(Cr.) 11200       Bank Permata            Rp20.068.000

27/08/2018 :

(Dr.) 21100       Hutang usaha   Rp15.350.000
(Cr.) 11300       Bank Mutiara             Rp15.350.000

30/08/2018:

(Dr.) 61000       Gaji karyawan   Rp8.500.000
(Cr.) 11200       Bank Permata               Rp8.500.000

31/08/2018:

(Dr.) 82000       Administrasi bank     Rp623.000
(Cr.) 11200       Bank Permata                  Rp345.000
(Cr.) 11300       Bank Mutiara                   Rp278.000

21/08/2018:

(Dr.) 51000       Pembelian          Rp8.251.000
(Debit) 51000       Pembelian        Rp17.218.000
(Dr.) 51000       Pembelian        Rp10.091.000
(Dr.) 21300       PPn masukan     Rp3.556.000
(Cr.) 21100       Hutang usaha          Rp39.116.000

23/08/2018:

(Dr.) 51000       Pembelian        Rp19.726.000
(Debit) 51000       Pembelian        Rp11.245.000
(Dr.) 51000       Pembelian        Rp18.200.000
(Dr.) 21300       PPn masukan     Rp4.917.100
(Cr.) 21100       Hutang usaha          Rp54.088.100

26/08/2018:

(Dr.) 51000       Pembelian        Rp12.220.000
(Debit) 51000       Pembelian        Rp13.902.000
(Dr.) 21300       PPn masukan     Rp2.612.200
(Cr.) 21100       Hutang usaha         Rp28.734.200

29/08/2018:

(Dr.) 21100       Hutang usaha   Rp7.646.100
(Cr.) 51200       Retur pembelian       Rp6.951.000
(Cr.) 21300       PPn masukan            Rp695.100

17/08/2018:

(Dr.) 11100       Kas                              Rp3.000.000
(Cr.) 21200       Uang muka customer    Rp3.000.000

22/08/2018:

(Dr.) 11400       Piutang                       Rp22.525.500
(Dr.) 21200       Uang muka customer Rp3.000.000
(Cr.) 21400       PPn keluaran                    Rp2.320.500
(Cr.) 41000       Penjualan motor               Rp23.205.000

30/08/2018:

(Dr.) 61800       Beban service  Rp232.000
(Cr.) 11100       Kas                             Rp232.000

(Dr.) 11200       Bank Permata   Rp1.150.208
(Dr.) 11300       Bank Mutiara    Rp   805.230
(Cr.) 71000       Bunga bank                 Rp1.955.438

31/08/2018 :

(Dr.) 61300       Beban sewa                  Rp1.750.000
(Cr.) 11700       Sewa dibayar dimuka     Rp1.750.000

(Dr.) 61500       Beban perlengk kantor  Rp250.000
(Cr.) 11600       Perlengkapan kantor         Rp250.000

(Dr.) 61400       Beban iklan                 Rp500.000
(Cr.) 11800       Iklan dibayar dimuka            Rp500.000

31/08/2018:

(Dr.) 61600       B. penystn perltan kantor Rp300.000

(Cr.) 12110       Akum. penystn peraltn ktr Rp300.000

31/08/2018:

(Dr.) 61700       Beban penyusutan kend.  Rp477.500
(Cr.) 12210       Akum. penyusutan kend.  Rp477.500

31/08/2018:

(Dr.) 50000       Harga pokok penjualan Rp109.021.000
(Debit) 11500       Persediaan motor        Rp200.884.000
(Dr.) 51200       Retur pembelian          Rp6.951.000
(Cr.) 51000       Pembelian                     Rp127.355.000
(Cr.) 11500       Persediaan motor         Rp189.501.000

 

03: Membuat Buku Besar Akuntansi untuk Laporan Keuangan

A: Pengertian Buku Besar

Buku besar atau buku besar akuntansi adalah buku yang berisi ringkasan dari transaksi-transaksi yang terjadi dalam satu periode pelaporan.

Sumber data di buku besar berasal dari  proses pemindahan (posting) dari buku jurnal.

 

B: Contoh Buku Besar

Perhatikan contoh buku besar akuntansi berikut:

Contoh buku besar

 

04: Buku Piutang

A: Pengertian Buku Piutang

Buku piutang juga disebut buku pembantu piutang, yaitu suatu kumpulan catatan yang berisi data transaksi piutang setiap customer.

 

B: Contoh Buku Piutang

Berikut ini contoh buku piutang transaksi bulan Agustus 2018:

buku piutang excel

 

05: Buku Hutang

A: Pengertian Buku Hutang

Buku Hutang berisi data saldo awal hutang supplier, rincian transaksi setiap supplier dan saldo akhir hutang masing-masing supplier.

 

B: Contoh Buku Hutang

Berikut contoh buku hutang per 31 Agustus 2018:

contoh buku utang excel

 

06: Persediaan

A: Pengertian Persediaan

Persediaan adalah barang yang tersedia dan dimiliki oleh perusahaan dengan tujuan untuk dijual kembali.

Persediaan dapat dikelompokkan menjadi persediaan barang dagang, bahan baku, bahan penolong, persediaan barang dalam proses, persediaan barang setengah jadi maupun persediaan barang jadi.

Nilai persediaan akan mempengaruhi laporan posisi keuangan (neraca) dan laporan laba rugi.

Pada perusahaan dagang, persediaan sebagai bagian dari aset lancar dan unsur utama operasional perusahaan memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan hasil operasional perusahaan pada periode tertentu.

Daftar persediaan excel

Baca juga referensi tentang berbagai kasus dan soal akuntansi manajemen.

 

07: Membuat Laporan Keuangan Lengkap

Proses Membuat Laporan Keuangan

Setelah kita melakukan proses-proses sebelumnya, sekarang saatnya membuat laporan keuangan yang terdiri dari laporan laba rugi, laporan posisi keuangan (neraca), laporan arus kas, laporan piutang, laporan hutang, dan laporan persediaan.

Data-data yang disajikan dalam laporan ini bisa diambil dari buku jurnal atau buku besar.

Bila mengambil data dari buku besar, berarti tinggal mengambil saldo akhir tiap akun, kemudian dipindahkan ke laporan-laporan tersebut.

Bila mengambil data-data dari buku jurnal, berarti kita harus menghitung saldo akhir dari setiap jenis transaksi.

Caranya bisa dihitung satu per satu, atau dengan menggunakan bantuan rumus Excel.

1: Membuat Laporan Keuangan Laba Rugi (Income Statement)

A: Pengertian Laporan Laba Rugi

Pengertian Laporan Laba Rugi adalah laporan yang dibuat untuk mengetahui laba atau rugi yang diterima perusahaan pada akhir periode dengan memperhitungkan total pendapatan dan beban periode tersebut.

Cara membuat laporan laba rugi ini berdasarkan pada data transaksi dan buku jurnal umum yang telah dibahas sebelumnya.

B: Contoh Laporan Laba Rugi

Dan berikut ini Laporan Laba Rugi bulan Agustus 2018:

Contoh Income statement

 

2: Membuat Laporan Posisi Keuangan (Neraca/Balance Sheet)

A: Pengertian Neraca atau Laporan Posisi Keuangan

Pengertian Laporan Posisi Keuangan atau Neraca adalah laporan yang menyajikan informasi tentang posisi aset, utang, dan modal perusahaan pada akhir periode tertentu

Cara membuat laporan neraca adalah didasarkan pada data transaksi di buku jurnal umum. Dan berikut ini Laporan Posisi Keuangan (Neraca) perusahaan per 31 Agustus 2018:

Contoh Balance sheet

 

3: Laporan Arus Kas (Statement of Cash Flows)

A: Pengertian Laporan Cash Flow

Pengertian Laporan Arus Kas adalah laporan yang berisi ringkasan penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan selama periode tertentu, yang terbagi ke dalam tiga kelompok aktivitas, yaitu:

  • Arus kas dari aktivitas operasi
  • Cash flow atau Arus kas dari aktivitas investasi
  • Arus kas dari aktivitas pendanaan

B: Contoh Laporan Cash Flow

Dan berikut ini Laporan Arus Kas perusahaan per 31 Agustus 2018:

Contoh Cash flow statement

 

4: Laporan Piutang

A: Pengertian Laporan Piutang

Pengertian Laporan Piutang adalah laporan yang menyajikan ringkasan transaksi penambahan dan pengurangan piutang perusahaan serta saldo akhir piutang masing-masing pelanggan.

Cara membuat laporan piutang adalah dengan menggunakan data transaksi di buku jurnal umum.

B: Contoh Laporan Piutang Perusahaan

Perhatikan Laporan Piutang perusahaan bulan Agustus 2018 sebagai berikut:

Tabel: Laporan Piutang Perusahaan

 

5: Laporan Utang

A: Pengertian Laporan Utang

Pengertian Laporan Utang adalah laporan yang menampilkan rincian transaksi penambahan dan pengurangan utang perusahaan serta saldo akhir utang masing-masing supplier.

Cara membuat laporan utang sama dengan laporan yang lain yaitu berdasar pada transaksi di buku jurnal umum.

B: Contoh Laporan Utang

Dan berikut ini Laporan Utang perusahaan per 31 Agustus 2018:

Tabel : Laporan Utang

 

6: Laporan Persediaan

A: Pengertian Laporan Persediaan

Pengertian Pengertian Persediaan adalah laporan yang menyajikan rincian saldo dan stok akhir persediaan atau produk.

Laporan persediaan perusahaan per 31 Agustus 2018 yang dihasilkan dari transaksi di buku jurnal umum adalah seperti berikut ini:

Tabel laporan persediaan barang dagang

 

Kesimpulan Tentang Cara Membuat Laporan Keuangan

Laporan keuangan adalah bukti pertanggungjawaban pengelola bisnis yang disampaikan kepada owner’s, kreditur, calon investor serta pihak-pihak yang berkepentingan terhadap bisnis tersebut.

Bagaimana cara dan langkah-langkah sederhana, mudah dan akurat telah saya sajikan dengan contoh-contoh nyata dalam dunia bisnis. Silahkan anda modifikasi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi bisnis Anda.

Untuk melengkapi pembahasan ini, saya sajikan video dari rekan saya mengenai FORMULA RAHASIA belajar akuntansi tanpa menghapal khususnya dalam membuat Laporan Keuangan, langsung tonton saja videonya berikut:

Demikian yang bisa saya bagikan pembahasan mengenai cara dan langkah-langkah membuat Laporan Keuangan, sederhana serta akurat, lengkap dengan contohnya. Semoga bermanfaat.

Bagaimana dengan laporan keuangan perusahaan Anda?*****

 

Note:
Bila mengutip dan menyadur artikel ini, MOHON disertakan sumbernya ya bro. Thanks.

Halo, saya seorang profesional bidang Finance & Accounting yang setiap hari berkutat dengan data-data serta angka. Siap mendampingi dan membuatkan Laporan Keuangan Bisnis Anda sesuai Standar Akuntansi Keuangan.

SOP Keuangan

Tinggalkan komentar Batalkan balasan