Manajemen piutang dalam manajemen keuangan dilakukan untuk mengelola piutang usaha, dagang, piutang tak tertagih, piutang wesel, piutang pajak, dan piutang lain-lain sehingga masakah dan soal piutang tidak mengganggu aktivitas perusahaan dan organisasi lainnya seperti manajemen piutang rumah sakit.
Cara yang digunakan untuk mengelola piutang antara lain dengan metode cadangan piutang tak tertagih, anggaran atau budget piutang, menjaminkan dan anjak piutang. Untuk mengetahui berbagai persoalan, kasus dan solusi penyelesaiannya, mari pelajari contoh soal dan jawabannya berikut ini…
Contoh soal piutang tak tertagih dan jawabannya
1: Soal Risiko Piutang Dagang
Bagaimana cara perusahaan memindahkan risiko piutang tak tertagih ke perusahaan lain?
Jawaban:
Salah satu cara yang lazim digunakan oleh perusahaan adalah tidak menyediakan fasilitas penjualan kredit, seluruh penjualan harus dibayar tunai atau menggunakan kartu kredit (credit card). Cara seperti ini berarti memindahkan risiko ke perusahaan kartu kredit.
Cara lain adalah dengan menjual piutang ke perusahaan lain. Istilah ini disebut sebagai anjak piutang atau factoring, sedangkan perusahaan pembeli piutang disebut dengan perusahaan anjak piutang atau factor.
2: Soal tentang Penghapusan Piutang
Apa yang dimaksud dengan metode penghapusan langsung piutang tak tertagih?
Jawaban:
Dalam metode ini, biaya piutang tak tertagih tidak akan dicatat sampai piutang tersebut dianggap benar-benar tidak bisa ditagih dan dihapus.
3: Contoh soal tentang jurnal penghapusan piutang dagang tak tertagih
Salon Secantik Bidadari memiliki piutang sebesar Rp 5.000.000. Piutang tersebut dianggap oleh perusahaan sebagai piutang tak tertagih, sehingga perlu dilakukan penghapusan piutang. Bagaimana Salon Secantik Bidadari menghapus piutang tak tertagih tersebut?
Jawaban soal:
Untuk melakukan penghapusan (write off) piutang yang sudah tidak bisa ditagih, salon Secantik Bidadari membuat ayat jurnal sebagai berikut:
Biaya Piutang Tidak Tertagih … Rp 5.000.000 (Debit)
Piutang Usaha …. Rp 5.000.000 (Kredit)
4: Apa yang menyebabkan terjadinya piutang dagang?
Jawaban:
Piutang terjadi akibat adanya kebijakan perusahaan melakukan penjualan secara kredit. Jika jumlah piutang dagang tidak dikendalikan dengan baik, maka makin lama akan mengganggu perputaran kas yang ujung-ujungnya mengganggu operasional perusahaan secara keseluruhan.
5: Contoh soal sistem pembayaran piutang
Mengapa perusahaan masih melakukan sistem penjualan non tunai atau kredit jika mengetahui konsekuensinya akan menaikkan nilai piutang dagang?
Jawaban:
Karena dengan sistem penjualan kredit akan menaikkan nilai penjualan sehingga pendapatan pun naik. Namun, yang menjadi persoalan adalah seberapa besar perbandingan antara kenaikan revenue dengan piutang dagang? Persoalan ini harus dianalisis dengan serius dan akurat sehingga nilai kenaikan pendapatan masih lebih besar dari kenaikan piutang.
Untuk mengembangkan proses pembelajaran, Anda bisa menggabungkan materi piutang dengan Google for Education.