Rasio Keuangan: Rumus, Manfaat, Contoh Soal Analisis dan Jawabannya

Analisis rasio keuangan atau financial ratio analysis dilakukan oleh suatu perusahaan untuk mengetahui berbagai aspek keuangan yang hasilnya akan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan strategis. Dan rumus yang digunakan disebut sebagai financial ratio, yakni dengan membandingkan komponen-komponen yang disajikan dalam Laporan Keuangan.

Rasio keuangan perusahaan menyajikan ukuran atas kondisi dan kemampuan perusahaan yang bersifat likuiditas, leverage, rentabilitas, dan aktivitas. Selain untuk menilai kinerja keuangan perusahaan, dan memprediksi pertumbuhan laba, analisis rasio keuangan juga digunakan oleh koperasi, pemerintah daerah serta bagi pihak manajemen pihak investor dan pihak kreditor.

Bagaimana cara melakukan analisis laporan keuangan? Mari ikuti, baca dan pelajari pembahasan beserta contoh soal analisis rasio keuangan dan jawabannya berikut ini…

 

01: Jenis Rasio Keuangan (Financial Ratio)

Berikut ini jenis-jenis rasio keuangan menurut para ahli yang sering digunakan oleh perusahaan untuk melakukan analisa laporan keuangan usahanya, antara lain:

1: Rasio Likuiditas

2: Rasio Solvabilitas/Leverage

3: Rasio Profitabilitas/Rentabilitas

4: Rasio Aktivitas

Mari ditelisik jenis jenis rasio keuangan tersebut satu per satu beserta formula untuk menghitung kinerja keuangan perusahaan dan pemerintah daerah serta entitas lainnya berikut ini:

1: Rasio Likuiditas

Ada dua rumus rasio likuiditas yang sering digunakan untuk melakukan analisis laporan keuangan, yaitu: (a) current ratio, dan (b) working capital. Nilai ideal dari dua financial ratio likuiditas adalah minimum sebesar 150%. Semakin besar nilai rasio likuiditas semakin baik dan mengindikasikan perusahaan dalam kondisi sehat.

Bagaimana rumus perhitungan rasio likuiditas? Perhatikan penjelasannya berikut ini:

A: Current Ratio

Jenis rasio keuangan yang digunakan untuk menilai kinerja perusahaan dalam membayar kewajibannya dengan mengukur likuiditas dari aset tetap yang dimiliki. Rumus perhitungannya adalah sebagai berikut:

= Aktiva Lancar : Hutang Lancar

B: Working Capital to Total Asset

Adalah jenis financial ratio yang dipakai untuk menganalisis kemampuan asset-aset yang dimiliki perusahaan untuk memenuhi kewajibannya. Perhitungan nilai rasio keuangan dirumuskan dengan persamaan dasar sebagai berikut:

= (Aset Lancar – Utang Lancar) : Total Aktiva

 

2: Rasio Solvabilitas/Leverage

Merupakan jenis rasio keuangan untuk menilai kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka panjangnya. Batas maksimal nilai rasio solvabilitas adalah 200%. Semakin tinggi nilai persentase rasio keuangan solvabilitas mencerminkan kemampuan perusahaan yang kondisinya semakin memburuk.

Ada dua jenis rasio solvabilitas adalah sebagai berikut:

A: Total Debt to Assets

Adalah jenis financial ratio yang mengukur perbandingan antara kewajiban dengan total aset, sehingga jika dituliskan dalam sebuah persamaan matematika adalah seperti berikut ini:

= Total Kewajiban : Total Aktiva

B: Total Debt to Equity

Merupakan jenis rasio keuangan yang dipakai untuk menganalisa seberapa besar hutang perusahaan jika dibandingkan dengan ekuitas yang dimiliki oleh perusahaan atau para pemegang saham. Rumus yang digunakan untuk menghitung nilai rasio ini adalah sebagai berikut:

= Total Kewajiban : Total Equity

 

3: Rasio Profitabilitas/Rentabilitas

Financial ratio ini dipakai untuk menganalisis tingkat keuntungan usaha. Semakin tinggi nilai persentase Rasio Profitabilitas, maka semakin baik. Oleh karena itu, sebaiknya dibandingkan dengan nilai rata-rata dari industri sejenis di pasar.

Rasio profitabilitas terdiri dari 5 (lima) jenis rasio keuangan adalah sebagai berikut:

A: Return on Equity (ROE)

Jenis rasio keuangan yang menunjukkan tingkat efektifitas tim manajemen perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dari dana-dana yang diinvestasikan. Nilai rasionya dihitung dengan rumus persamaan berikut ini:

= Laba Bersih Setelah Pajak (EAT) : Total Equity

 

B: Return on Assets (ROA)

Adalah financial ratio yang dipakai untuk melakukan analisa laporan keuangan dengan melakukan perbandingan antara laba bersih setelah pajak (earning after tax) dengan jumlah asset yang dimiliki oleh perusahaan, sehingga jika disajikan dalam persamaan hasilnya sbb:

= Laba Bersih Setelah Pajak (EAT) : Total Aset

 

C: Earning Power of to Total Investment

Rasio keuangan yang dipakai untuk mengukur hubungan antara pendapatan sebelum bunga dan pajak (EBIT – Earnings Before Interest and Taxes) dengan jumlah asset perusahaan. Untuk menghitung rasio ini digunakan rumus persamaan berikut ini:

= Biaya Adm & Umum (EBIT) : Total Aset

 

D: Gross Profit Margin (GPM) Ratio

Pendapat bersih dibandingkan dengan penjualan bersih adalah rumus yang digunakan untuk mengukur perbandingan kedua komponen laporan keuangan. Jadi, rumus untuk menghitung gross profit margin adalah sebagai berikut :

= Pendapatan Bersih : Penjualan Bersih

 

E: Operating Income Ratio

Jenis financial ratio ini digunakan sebagai tool untuk membuat perbandingan antara net profit, beban usaha dengan net sales, dan jika diterjemahkan dalam rumus persamaan matematika adalah seperti berikut ini:

= (Pendapatan Bersih – Biaya Usaha) : Penjualan Bersih

 

4: Rasio Aktivitas

Secara umum, semakin tinggi nilai persentase dari rasio aktivita, maka semakin baik. Oleh karena itu, sebaiknya kita membandingkan dengan nilai rata-rata dari industri sejenis di pasar, sehingga bisa menilai seberapa efisien kita mengelola sumber daya yang dimiliki.

Ada 3 (tiga) jenis rasio keuangan untuk mengukur aktivitas, yaitu:

A: Total Asset Turn Over

Rasio keuangan perusahaan yang mengukur penjualan bersih dengan total aktiva, sehingga untuk menghitung rasio ini dirumuskan sebagai berikut:

= Penjualan Bersih : Total Aktiva

B: Working Capital Turn Over

Jenis rasio keuangan yang membandingkan antara penjualan netto dengan nilai bersih aset lancar dengan utang lancar. Oleh karena itu, formula untuk menghitungnya adalah sbb:

= Penjualan Netto : (Aset Lancar – Utang Lancar)

C: Total Equity to Total Asset

Untuk menghitung rasio keuangan ini digunakan rumus sebagai berikut:

= Total Equity : Total Aktiva

Dalam rumus tersebut kita membandingkan antara jumlah ekuitas dengan jumlah aktiva keseluruhan.

Demikianlah 4 standar analisis rasio keuangan yang biasa digunakan untuk melakukan penilaian terhadap kinerja keuangan perusahaan, bank, pemda dan organisasi lainnya. Tidak ada metode yang sempurna, demikian juga dengan formula-formula rasio keuangan, pun memiliki kelebihan dan keunggulan serta kekurangan. Oleh karena itu, bijaklah dalam menggunakannya.

Bagaimana penerapan financial ratio? Terus lanjutkan baca artikel ini jangan sampai kendor sampai kelar J

 

02: Contoh Soal Analisis Rasio Keuangan dan Jawabannya

Untuk memperluas wawasan dan pengetahuan serta memahami materi financial ratio ini, berikut ini kami sajikan beberapa contoh soal analisis rasio keuangan dan jawabannya:

A: Contoh Soal Rasio Keuangan Profitabilitas

Berikut ini disajikan beberapa contoh soal dan penyelesaiannya terkait dengan rasio keuangan profitabilitas, yakni jenis financial ratio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba.

1: Contoh soal rasio penjualan bersih terhadap aset

CV XDV Ben Faham menjual aneka peralatan budidaya sistem hidroponik. Perusahaan menerapkan berbagai sistem pemasaran atau disebut dengan marketing mix (bauran pemasaran) dengan tujuan untuk mendongkrak omset penjualan.

Pada periode pertama setelah mengimplementasikan strategi marketing mix, perusahaan ingin melakukan analisis penjualan, apakah semakin naik, tetap atau menurun. Dan data-data yang disajikan dalam laporan keuangan periode Mei 2022 adalah sebagai berikut:

  • Penjualan bersih = Rp 145.000.000
  • Rata-rata total aset = Rp 100.000.000

Pertanyaan:

Hitunglah rasio penjualan bersih terhadap aset.

Pembahasan dan jawaban:

Rasio Penjualan Bersih terhadap Aset = Penjualan Bersih : Rata – rata Total Aset

= Rp 145.000.000 : Rp 100.000.000
= 1.45

Jadi, rata-rata rasio penjualan bersih terhadap aset adalah 1.45. Nilai ini harus dibandingkan dengan periode sebelumnya dan juga perusahaan lain yang sejenis sehingga akan bisa diketahui informasi riil.

 

2: Contoh soal rasio tingkat pengembalian terhadap total aset

Sebuah perusahaan jasa teknologi informasi dengan fokus utama pada pendampingan implementasi software ERP (Enterprise Resource Planning), PT BNG Fahima Jaya melaporkan informasi laporan laba rugi (statement of profit or loss) dan laporan posisi keuangan (balance sheet) untuk periode berjalan sebagai berikut:

  • Laba bersih = Rp 55.200.000
  • Beban bunga = Rp 2.000.500
  • Rata-rata total aset = Rp 1.525.600.000

Pertanyaan:

Dari informasi tersebut, berapa rasio tingkat pengembalian terhadap total aset?

Jawaban soal:

Formula perhitungan tingkat pengembalian terhadap total aset:

= (Laba Bersih + Beban Bunga) : Rata – rata Total Aset
= (Rp 55.200.000 + Rp 5.000.500) : Rp 1.525.600.000 = 3,75%

 

3: Contoh soal financial ratio dan penyelesaiannya

Sebuah perusahaan yang berbisnis di bidang perkebunan dan kehutanan menyajikan informasi keuangan sebagai berikut:

  • Laba bersih = Rp 75.000.000
  • Dividen saham preferen = Rp 3.500.000
  • Rata-rata ekuitas pemegang saham = Rp 825.000.000
  • Rata-rata ekuitas pemegang saham biasa = Rp 500.000.000

Pertanyaan:

(a). Hitunglah tingkat pengembalian terhadap ekuitas pemegang saham.

(b). Berapa tingkat pengembalian terhadap ekuitas pemehang saham biasa?

Jawaban penyelesaian:

(a). Perhitungan tingkat pengembalian terhadap ekuitas pemegang saham:

= Laba bersih : Rata-rata ekuitas pemegang saham
= Rp 75.000.000 : Rp 825.000.000 = 9.09%

(b). Rumus perhitungan tingkat pengembalian terhadap ekuitas pemegang saham biasa:

= (Laba Bersih – Dividen saham preferen) : Rata-rata Ekuitas Pemegang Saham Biasa
= (Rp 75.000.000 –  Rp 3.500.000) : Rp 500.000.000 = 14,3%

 

4: Contoh soal rasio keuangan harga terhadap laba perusahaan

CV Kebunku Makmur Sejahtera merupakan perusahaan yang menyediakan keperluan perkebunan dan pertanian, seperti pupuk, insektisida, bibit, kacangan dan obat-obatan. Pada akhir periode berjalan, perusahaan telah menyusun laporan keuangannya dengan baik. Pihak manajemen ingin mengetahui bagaimana hubungan antara laba dan harga saham melalui informasi dari pos-pos sebagai berikut:

  • Net profit = Rp 65.000.000
  • Dividen saham preferen = Rp 2.600.000
  • Jumlah lembar saham biasa yang beredar = 6.000
  • Harga pasar per lembar biasa = Rp 5.000

Persoalannya:

(a). Berapa laba setiap lembar saham biasa?

(b). Berapa rasio harga terhadap laba perusahaan?

Pembahasan jawaban:

(a). Formula untuk menghitung laba per saham biasa perusahaan:

= (Laba bersih – Dividen saham preferen) : Jumlah lembar saham yang beredar
= (Rp 65.000.000 – Rp 2.600.000) : 6.000 = Rp 10.400

(b). Formula untuk menghitung rasio harga terhadap laba:

= Harga pasar per lembar saham biasa : Laba per saham biasa
= Rp 5.000 : Rp 10.400 = 0,48

 

B: Contoh Soal Rasio Keuangan Solvabilitas

Berikut ini disajikan 5 (lima) contoh soal rasio keuangan (solvabilitas) beserta pembahasan dan penyelesaian jawabannya:

1: Contoh soal rasio lancar dan cepat beserta penyelesaian jawabannya

Berikut ini data-data keuangan yang diambil dari Laporan Posisi Keuangan PT Muankai Aji jaya pada 31 Mei 2022:

  • Kas Rp 124.000.200
  • Surat berharga Rp 25.300.000
  • Account Receivable Rp 30.000.000
  • Hutang Dagang Rp 12.000.500
  • Persediaan Barang Dagangan Rp 45.000.000

Pertanyaan:

Berapa nilai rasio lancar dan rasio cepat perusahaan tersebut?

Jawaban penyelesaian:

Perhitungan Rasio lancar:

= Aset Lancar : Utang Lancar
= (Rp 124.000.200 + Rp 25.300.000 + Rp 30.000.000 + Rp 45.000.000) : Rp 12.000.500 = 18.7

Menghitung rasio cepat:

= (Aset – Persediaan) : Utang Lancar
= (Rp 124.000.200 + Rp 25.300.000 + Rp 30.000.000) : Rp 12.000.500 = 14.94

 

2: Contoh soal rasio keuangan tentang perputaran piutang usaha

Mengutip beberapa data keuangan PT Urang Kalem Bae dari Laporan Posisi Keuangan dan Laporan Laba Rugi per 28 Februari 2022 adalah sebagai berikut:

  • Penjualan bersih Rp 250.000.000
  • Rata-rata piutang usaha bersih Rp 26.500.000

Pertanyaan:

(a). Berapa perputaran piutang usaha PT Urang Kalem Bae?

(b). Tentukan jumlah hari penjualan dalam piutang usaha.

Jawaban dan pembahasan:

(a). Menghitung perputaran piutang usaha:

= Penjualan Rata-rata : Piutang Usaha
= Rp 250.000.000 : Rp 26.500.000 = 9.4

(b). Menentukan jumlah hari penjualan menggunakan rumus sebagai berikut::

= Rata-rata Piutang : Rata-rata Penjualan Harian
= Rp 26.500.000 : (Rp 250.000.000 : 365) = Rp 26.500.000 : 684.931 = 38.7 hari

 

3: Contoh soal rasio keuangan persediaan

Toko Almara Jaya Perkasa merupakan perusahaan yang memasok peralatan proyek sipil dan infrastruktur. Toko Almara Jaya Perkasa ingin menganalisis persediaan barang dagangannya berkaitan dengan jumlah hari penjualan.

Dari data-data yang disampaikan informasi harga pokok penjualan (HPP) sebesar Rp 653.000.250 dan nilai rata-rata persediaan Rp 136.000.000. Yang menjadi pertanyaan adalah:

(a). Berapa nilai perputaran persediaan barang dagangan?

(b). Berapa jumlah hari penjualan dalam persediaan?

Jawaban:

(a). Menghitung rasio perputaran persediaan

Rumus yang digunakan adalah sbb:

= Harga Pokok Penjualan : Rata-rata Persediaan
= Rp 653.000.250 : Rp 136.000.000 = 4.80

(b). Menghitung jumlah hari penjualan

Formula yang dipakai adalah sbb:

= Rata-rata Persediaan Barang Dagangan : Rata-rata Harga Pokok Penjualan
= Rp 136.000.000 : (Rp 653.000.250 : 365) = Rp 136.000.000 : 1.789.042 = 76,0 hari

 

4: Contoh soal financial ratio utang dan ekuitas

Informasi dari pos-pos neraca PT Langit Biru Mencerahkan disajikan sebagai berikut:

  • Aset tetap bersih Rp 300.000.000
  • Utang jangka panjang Rp 100.000.000
  • Total kewajiban Rp 125.000.000
  • Total ekuitas pemegang saham Rp 350.000.000

Pertanyaan:

(a). Tentukan rasio aset tetap terhadap utang jangka panjang.

(b). Hitunglah Rasio kewajiban terhadap total ekuitas pemegang saham.

Jawaban dan penyelesaian:

(a). Perhitungan rasio aset tetap terhadap utang jangka panjang

Rumus yang dipakai untuk menghitung rasio keuangan ini adalah sbb:

= Aset tetap : Utang jangka panjang
= Rp 300.000.000 : Rp 100.000.000 = 3

(b). Perhitungan rasio keuangan kewajiban terhadap utang

= Jumlah kewajiban : Total ekuitas pemegang saham
= Rp 125.000.000 : Rp 350.000.000 = 0.38

5: Contoh soal rasio keuangan dan jawabannya mengenai beban bunga

Sebuah perusahaan jasa pembuatan, implementasi, dan review standard operating procedure (SOP) Akuntansi Keuangan menyampaikan sebagian informasi dari Laporan Keuangannya sebagai berikut:

  • Laba sebelum pajak penghasilan badan (PPh Badan) = Rp 1.250.500.000
  • Beban bunga = Rp 50.000.000

Pertanyaan:

Berapa kali beban bunga diperoleh?

Jawaban dan penyelesaian:

Untuk menghitungnya, kita menggunakan formula sebagai berikut:

= (Laba Sebelum Pajak Penghasilan + Beban Bunga) : Beban Bunga
= (Rp 1.250.500.000 + Rp 50.000.000) :  Rp 50.000.000 = 26.01

 

C: Contoh Soal Analisis Rasio Keuangan Likuiditas

Untuk membantu dalam memahami penerapan rasio keuangan (likuiditas) perhatikan contoh soal dan jawabannya berikut ini:

1: Contoh soal rasio lancar dan pembahasannya

Akun-akun aset dan utang di laporan keuangan periode 2021 dari PT Esensialitas Pratama disajikan berikut ini:

  • Cash = Rp 100.000.000
  • Surat berharga yang bisa diperjualbelikan = Rp 50.000.000
  • Inventory = Rp 10.000.000
  • Account receivable = Rp 25.000.000
  • Account payable = Rp 100.000.000

Pertanyaan:

Berdasarkan data-data keuangan PT Esensialitas Pratama, berapa nilai rasio lancar?

Jawaban:

Current Ratio = Aset Lancar : Kewajiban Lancar
= (Rp 100.000.000 + Rp 10.000.000 + Rp 50.000.000 + Rp 25.000.000) : Rp 20.000.000
= Rp 185.000.000 : Rp 100.000.000 = 1.85

 

03: Kesimpulan Tentang Financial Ratio

Analisis rasio keuangan adalah formula-formula yang digunakan untuk menghitung dan menganalisis komponen-komponen laporan keuangan periode tertentu, sehingga diperoleh hasil analisis yang bisa memberikan masukkan mengenai kinerja masa lalu dan prospek di masa yang akan datang dari sebuah perusahaan.

Tujuan dari analisis rasio keuangan adalah untuk menilai kinerja perusahaan dalam melakukan aktivitasnya selama periode tertentu.

Fungsi dan manfaat analisis rasio keuangan bagi pihak manajemen, pihak investor dan pihak kreditor antara lain mengetahui kondisi keuangan perusahaan sehingga bisa digunakan dalam membuat keputusan investasi berdasarkan hasil analisis pengaruh rasio likuiditas leverage dan profitabilitas terhadap return saham. Misalnya saham dari PT Mustika Ratu Tbk, PT Unilever, dan PT Indofood.

Inilah rangkuman kesimpulan pembahasan materi analisis rasio keuangan(financial ratio analysis) , semoga bermanfaat dan terima kasih.

Halo, saya seorang profesional bidang Finance & Accounting yang setiap hari berkutat dengan data-data serta angka. Siap mendampingi dan membuatkan Laporan Keuangan Bisnis Anda sesuai Standar Akuntansi Keuangan.

SOP Keuangan