Siklus Akuntansi & Laporan Keuangan, Bagaimana Hubungannya?

sop keuangan

Selamat datang di blog Siklus Akuntansi sobat….

Siklus akuntansi atau accounting cycle adalah proses berulang akuntansi yang terjadi di perusahaan jasa, dagang, dan manufaktur serta organisasi lainnya.

Blog yang membahas secara lengkap materi, pengertian, fungsi, alur, urutan, tahapan, bagan, makalah, contoh, dan analisis accounting cycle dan Laporan Keuangan perusahaan jasa, dagang, dan manufaktur.

Laporan Keuangan adalah hasil paling penting dan utama dari proses dan tahap-tahap Siklus Akuntansi.

 

01. Sekilas Tentang Pengertian Siklus Akuntansi

pengertian siklus akuntansi

A: Pengertian Siklus Akuntansi (accounting cycle)

Siklus akuntansi adalah proses yang dimulai dengan melakukan pencatatan dan menganalisis transaksi-transaksi keuangan ke jurnal akuntansi sampai mempersiapkan pencatatan transaksi-transaksi tersebut untuk periode akuntansi berikutnya.

Ada 10 proses atau tahapan dalam siklus akuntansi, yaitu:

  1. Menganalisis dan mencatat transaksi-transaksi ke dalam jurnal.
  2. Posting transaksi tersebut ke buku besar.
  3. Menyiapkan daftar saldo yang belum disesuaikan.
  4. Membuat dan menganalisis data penyesuaian.
  5. Menyiapkan kertas kerja akhir periode (optional).
  6. Membuat ayat jurnal penyesuaian dan posting ke buku besar.
  7. Menyiapkan daftar saldo yang disesuaikan.
  8. Menyiapkan laporan keuangan.
  9. Membuat ayat jurnal penutup dan posting ke buku besar.
  10. Menyiapkan daftar saldo setelah penutupan.

 

B: Pengertian Laporan Keuangan

Apa yang dimaksud dengan laporan keuangan?

Laporan keuangan adalah dokumen tertulis yang dibuat oleh manajemen perusahaan untuk disampaikan kepada pihak-pihak yang berhubungan dengan perusahaan, yaitu owner, investor, calon investor, kreditur dan masyarakat (dalam hal ini pemerintah).

Dengan kalimat lain bisa dikatakan bahwa laporan keuangan adalah bentuk pertanggungjawaban dari pengelola usaha dan bisnis kepada para pemegang saham.

Apa saja komponen laporan keuangan yang dipertanggungjawabkan?

Paling tidak ada lima komponen laporan keuangan yang perlu dipertanggungjawabkan oleh pihak manajemen kepada stakeholder, yaitu :

  1. Aset, aktiva atau kekayaan perusahaan.
  2. Kewajiban yang menjadi tanggungan perusahaan.
  3. Modal yang dimiliki perusahaan, bertambah atau berkurang.
  4. Pendapatan perusahaan dalam periode tertentu.
  5. Beban dan biaya yang harus dibayar perusahaan.

Lima komponen laporan keuangan itu kemudian disajikan dalam format 5 jenis laporan keuangan, yaitu:

  1. Laporan Laba Rugi (Statements of Profil Loss)
  2. Laporan Posisi Keuangan atau Neraca (Statements of Financial Position)
  3. Perubahan Modal
  4. Laporan Cash Flow (Statements of Cash Flows)
  5. Catatan Atas Laporan Keuangan

 

C: Hubungan Siklus Akuntansi dan Laporan Keuangan

Apa hubungan antara siklus akuntansi dengan laporan keuangan?

Dari 10 (sepuluh) proses atau tahapan accounting cycle, hasil utamanya adalah LAPORAN KEUANGAN (Financial Statements)

Dan dalam blog ini secara bertahap sepuluh proses accounting cycle ini akan dibahas secara detil disertai contoh-contoh riil di dunia bisnis, sehingga akan memudahkan kita dalam memahami dan menerapkan dalam bisnis atau dalam pekerjaan kita.

Seperti dalam proses dan standar operasional prosedur pembuatan laporan keuangan, Laporan Laba Rugi dibuat lebih dulu, selanjutnya diikuti dengan Laporan Perubahan Modal (Laporan Ekuitas Pemilik), dan Neraca.

Laporan Arus Kas disajikan untuk melengkapi 3 Laporan Keuangan tersebut. Laporan Arus Kas (Statement of Cashflow) disajikan dengan langsung mengambil data dari jurnal buku besar. Atau dari akun-akun Neraca periode sebelumnya dengan periode sekarang.

 

02. Contoh Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

tahap-tahap siklus akuntansi

Bagaimana siklus akuntansi perusahaan jasa?

Accounting cycle yang terjadi di perusahaan jasa secara umum sama dengan yang terjadi di perusahaa dagang dan manufaktur atau industri pengolahan, yakni paling tidak ada 10 langkah seperti yang telah disampaikan di atas.

Sekarang mari kita bahas satu per satu dari masing-masing tahap accounting cycle perusahaan jasa berikut ini:

1: Melakukan analisis dan pencatatan transaksi-transaksi ke jurnal akuntansi.

Perhatikan contoh transaksi berikut ini:

PT Aji Jaya Milenia membeli sebuah mesin produksi pada tanggal 22 Juni 2021 dengan harga Rp 100.000.000 dibayar tunai.

Analisis:

Dari contoh transaksi pembelian mesin di atas akan mempengaruhi account kas dan aset tetap. Kas berkurang karena untuk membayar mesin, namun aset tetap naik karena ada tambahan mesin.

***

Setelah dilakukan analisis selanjutnya perusahaan melakukan pencatatan jurnal transaksi sebagai berikut:

[Debit] Aset Tetap – Mesin ….. Rp 100.000.000
[Kredit] Kas …………….. Rp 100.000.000

***

Agar ilustrasinya lebih jelas, saya akan contohkan satu lagi transaksi perusahaan jasa berikut ini:

Pada tanggal 20 PT Aji Jaya Milenia menjual produknya senilai Rp 1.000.000 dibayar bulan depan.

Analisis:

Atas transaksi ini akan mengakibatkan kenaikan saldo account pendapatan dan memunculkan saldo account piutang usaha.

***

Perusahaan kemudian mencatat transaksi penjualan ini ke dalam jurnal akuntansi sebagai berikut:

[Debit] Piutang Usaha ……….. Rp 1.000.000
[Kredit] Pendapatan …………….. Rp 1.000.000

 

2: Memindahkan Catatan Transaksi Ke Buku Besar.

Dari dua contoh transaksi yang dilakukan perusahaan, selanjutnya kita pindahkan atau dalam bahasa Inggrisnya posting ke buku besar sesuai account-nya.

Ada 4 (empat) account yang akan dibuat sesuai dengan contoh di tahap #1, yaitu account Kas, Piutang Usaha, Pendapatan atau Penjualan, dan Aset Tetap – Mesin.

Dan setelah dilakukan proses pemindahan saldo-saldo akun dari jurnal transaksi, hasil akan nampak seperti berikut ini:

1: Akun = Kas

(a). Saldo sisi Debit = 0
(b). Saldo sisi Kredit = Rp 100.000.000
(c). Saldo Buku Besar Kas = Rp 100.000.000 (minus)

 

2: Akun = Aset Tetap

(a). Saldo sisi Debit = Rp 100.000.000
(b). Saldo sisi Kredit = 0
(c). Saldo Buku Besar Aset Tetap = Rp 100.000.000

 

3: Akun = Piutang Usaha

(a). Saldo sisi Debit = Rp 1.000.000
(b). Saldo sisi Kredit = Rp 0
(c). Saldo Buku Besar Piutang Usaha =  Rp 1.000.000

 

4: Akun = Pendapatan

(a). Saldo sisi Debit = 0
(b). Saldo sisi Kredit = Rp 1.000.000
(c). Saldo Buku Besar Pendapatan = Rp 1.000.000

 

3: Membuat neraca saldo sebelum penyesuaian.

Setelah memindahkan saldo-saldo akun dari jurnal ke buku besar sesuai dengan akunnya, selanjutnya kita siapkan neraca saldo sebelum penyesuaian.

Contoh format sederhana neraca saldo sebelum penyesuaian adalah sebagai berikut:

Kas = Rp 100.000.000 (sisi Kredit atau posisinya minus)
Piutang Usaha = Rp 1.000.000 (Debit)
Aset Tetap = Rp 100.000.000 (Debit)
Pendapatan = Rp 1.000.000 (Kredit)

Jumlah sisi Debit harus sama dengan sisi Kredit yaiu = Rp 101.000.000

 

4: Melakukan proses penyesuaian.

Proses penyesuaian dilakukan terhadap akun-akun tertentu yang memerlukan penyesuaian seperti pembayaran dilakukan di muka, pendapatan diterima di muka, dan penyusutan aktiva tetap.

 

5: Menyiapkan neraca lajur atau kertas kerja akhir periode (optional).

Neraca lajur atau kertas kerja akhir periode dibuat untuk memudahkan proses penyusunan laporan keuangan manual dan semi manual menggunakan Excel.

Kertas kerja akhir periode terdiri dari beberapa lajur atau kolom sesuai dengan kebutuhan siklus perusahaan jasa, kita bisa menggunakan 4 lajur, 6 lajur, 8 lajur atau 12 lajur, atau lebih dari itu. Tidak ada ketetentuan yang mengaturnya.

 

6: Membuat ayat jurnal penyesuaian dan posting ke buku besar.

Ayat jurnal penyesuaian dibuat setelah kita melakukan analisis proses penyesuaian. Sebagai contoh perhatikan ayat jurnal penyesuaian yang dibuat berdasarkan contoh transaksi perusahaan jasa di tahap #1:

Dari contoh transaksi di atas, ada satu transaksi yang memerlukan proses penyesuaian, yaitu depresiasi atau penyusutan aset tetap.

Kita asumsikan nilai ekonomis mesin adalah 8 tahun, dengan nilai residu Rp 500.000. Perusahaan menggunakan metode garis lurus (straight line method) untuk menghitung nilai penyusutan aktiva tetap.

Format pencatatan depresiasi aset tetap mesin adalah sebagai berikut:

[Debit] Beban Depresiasi Aset Tetap – Mesin …… Rp 1.036.458
[Kredit] Akumulasi Depresiasi Aset Tetap …………….. Rp 1.036.458

Keterangan:

Nilai depresiasi:

= [(Rp 100.000.000 – Rp 500.000) : 8 ] ; 12
= Rp 1.036.458

Jadi nilai penyusutan per bulan adalah Rp 1.036.458

 

7: Membuat Neraca Saldo Setelah Penyesuaian.

Setelah melakukan proses penyesuaian dengan jurnal penyesuaian, langkah berikutnya dalam siklus akuntansi perusahaan jasa adalah menyiapkan neraca saldo atau daftar saldo setelah penyesuaian.

Cara membuatnya sama dengan membuat neraca saldo sebelum penyesuaian, hanya saja ada tambahan dua akun baru, yaitu Beban Penyusutan Aset Tetap dan Akumulasi Depresiasi Aset Tetap.

 

8: Menyiapkan laporan keuangan lengkap.

Setelah proses penyiapan neaca saldo setelah penyesuaian selesai, langkah selanjutnya dalam siklus akuntansi perusahaan jasa adalah menyiapkan 5 jenis laporan keuangan.

Caranya cukup mudah, yaitu dengan memindahkan saldo-saldo akun ke dalam format standar laporan keuangan.

Dengan mengambil contoh transaki-transaksi keuangan bisnis PT Aji Jaya Milenia di atas, maka kita bisa membuat laporan keuangan sangat sederhana sebagai berikut:

A: Laporan Laba Rugi

PT Aji Jaya Milenia
Laporan Laba Rugi
30 Juni 2021
————————————————

(a). Pendapatan …… Rp 1.000.000
(b). Beban Penyusutan …… Rp 1.036.458
(c). Laba (Rugi) :
= (a) – (b)
= Rp 1.000.000 – Rp 1.036.458
= Rp 36.458 (minus)

 

B: Laporan Posisi Keuangan atau Neraca

PT Aji Jaya Milenia
Laporan Posisi Keuangan
30 Juni 2021
—————————————————————–

Aset :

(a). Kas = Rp 100.000.000
(b). Piutang Usaha = Rp 1.000.000
(c). Aset Tetap = Rp 100.000.000
(d). Akumulasi Penyusutan Aset Tetap = Rp 1.036.458 (minus)
(e). Total Aset:
= (a) + (b) +(c) – (d)
= Rp 36.458 (minus)

Likuiditas :

Belum ada transaksi jenis ini, jadi saldonya masih kosong.

Ekuitas :

Laba periode berjalan = Rp 36.456 (minus)

Jumlah Likuiditas dan ekuitas = 0 – Rp 36.456 = Rp 36.456 (minus)

Jumlah Aset harus sama dengan jumlah likuiditas dan ekuitas yaitu Rp 36.456 (minus).

 

9: Membuat ayat jurnal penutup dan posting ke buku besar.

Setelah laporan keuangan selesai dibuat, langkah selanjutnya dalam siklus akuntansi perusahaan jasa adalah melakukan tutup buku. Proses tutup buku dilakukan dengan menggunakan jurnal penutup.

Dalam proses penutupan ini, intinya adalah memindahkan saldo akun di akun nominal ke dalam laba ditahan atau retained earning.

 

10: Menyiapkan daftar saldo setelah penutupan.

Setelah proses tutup buku selesai, selanjutnya kita membuat neraca saldo setelah penutupan untuk mempersiapkan akun-akun yang akan digunakan dalam transaksi-transaksi periode berikutnya.

***

Demikianlah tahap-tahap dan proses siklus akuntansi perusahaan jasa. Proses ini secara sama juga untuk siklus akuntansi perusahaan dagang dan manfaktur.

***

Untuk menambah pengetahuan dan wawasan kita tentang accounting cycle perusahaan jasa, mari saksikan video dari Youtube menarik tentang Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa berikut ini:

 

03: Kesimpulan

Artikel tentang accounting cycle dan laporan keuangan ini adalah sebagai pengenalan dan pintu pembuka untuk pembahasan menarik berikutnya, masih mengenai laporan keuangan dan accounting.

Contoh siklus akuntansi perusahaan jasa yang telah kami sajikan di atas sebenarnya sudah cukup lengkap dan mewakili, mulai dari transaksi, laporan keuangan, tutup buku dan mempersiapkan akun-akun yang akan digunakan pada siklus akuntansi berikutnya.

Pembahasan tema-tema accounting cycle dan Laporan Keuangan lainnya akan disajikan dengan sistematis, step by step dengan contoh laporan keuangan perusahaan Tbk, perusahaan kecil, dan start up.

Mudah dipelajari dan diikuti siapa saja!

Ikuti terus update artikel-artikel tentang Siklus Akuntansi dan Laporan Keuangan di blog ini, tentu beserta contoh dan kasus menarik dan aplikatif.

Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Halo, saya Warnoto. Seorang profesional lulusan ekonomi yang setiap hari berkutat dengan data-data keuangan. Tertarik dunia IT, sosial dan kepenulisan sebagai sarana berbagi pengalaman di bidang Finance & Accounting.

Tinggalkan komentar