Laporan Keuangan Adalah Output Siklus Akuntansi, Bagaimana Prosesnya? Ini di Perusahaan Jasa

Contoh Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

A: Penerapan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Bagaimana siklus akuntansi perusahaan jasa?

Accounting cycle yang terjadi di perusahaan jasa secara umum sama dengan yang terjadi di perusahaa dagang dan manufaktur atau industri pengolahan, yakni paling tidak ada 10 langkah seperti yang telah disampaikan di atas.

B: Contoh Tahap-tahap Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Sekarang mari kita bahas satu per satu dari masing-masing tahap accounting cycle atau siklus akuntansi perusahaan jasa berikut ini:

1: Melakukan analisis dan pencatatan transaksi-transaksi ke jurnal akuntansi.

Perhatikan contoh transaksi berikut ini:

PT Aji Jaya Milenia membeli sebuah mesin produksi pada tanggal 22 Juni 2021 dengan harga Rp 100.000.000 dibayar tunai.

Analisis Transaksi Bisnis:

Dari contoh transaksi pembelian mesin di atas akan mempengaruhi account kas dan aset tetap. Kas berkurang karena untuk membayar mesin, namun aset tetap naik karena ada tambahan mesin.

Setelah dilakukan analisis selanjutnya perusahaan melakukan pencatatan jurnal transaksi sebagai berikut:

[Debit] Aset Tetap – Mesin ….. Rp 100.000.000
[Kredit] Kas …………….. Rp 100.000.000

Agar ilustrasinya lebih jelas, saya akan contohkan satu lagi transaksi perusahaan jasa berikut ini:

Pada tanggal 20 PT Aji Jaya Milenia menjual produknya senilai Rp 1.000.000 dibayar bulan depan.

Analisis Transaksi Keuangan Bisnis:

Atas transaksi ini akan mengakibatkan kenaikan saldo account pendapatan dan memunculkan saldo account piutang usaha.

Perusahaan kemudian mencatat transaksi penjualan ini ke dalam jurnal akuntansi sebagai berikut:

[Debit] Piutang Usaha ……….. Rp 1.000.000
[Kredit] Pendapatan …………….. Rp 1.000.000

2: Memindahkan Catatan Transaksi Ke Buku Besar.

Dari dua contoh transaksi yang dilakukan perusahaan, selanjutnya kita pindahkan atau dalam bahasa Inggrisnya posting ke buku besar sesuai account-nya.

Ada 4 (empat) account yang akan dibuat sesuai dengan contoh di tahap #1, yaitu account Kas, Piutang Usaha, Pendapatan atau Penjualan, dan Aset Tetap – Mesin.

Dan setelah dilakukan proses pemindahan saldo-saldo akun dari jurnal transaksi, hasil akan nampak seperti berikut ini:

A: Akun = Kas

(a). Saldo sisi Debit = 0
(b). Saldo sisi Kredit = Rp 100.000.000
(c). Saldo Buku Besar Kas = Rp 100.000.000 (minus)

B: Akun = Aset Tetap

(a). Saldo sisi Debit = Rp 100.000.000
(b). Saldo sisi Kredit = 0
(c). Saldo Buku Besar Aset Tetap = Rp 100.000.000

C: Akun = Piutang Usaha

(a). Saldo sisi Debit = Rp 1.000.000
(b). Saldo sisi Kredit = Rp 0
(c). Saldo Buku Besar Piutang Usaha =  Rp 1.000.000

D: Akun = Pendapatan

(a). Saldo sisi Debit = 0
(b). Saldo sisi Kredit = Rp 1.000.000
(c). Saldo Buku Besar Pendapatan = Rp 1.000.000

3: Membuat neraca saldo sebelum penyesuaian.

Setelah memindahkan saldo-saldo akun dari jurnal ke buku besar sesuai dengan akunnya, selanjutnya kita siapkan neraca saldo sebelum penyesuaian.

Contoh format sederhana neraca saldo sebelum penyesuaian adalah sebagai berikut:

Kas = Rp 100.000.000 (sisi Kredit atau posisinya minus)
Piutang Usaha = Rp 1.000.000 (Debit)
Aset Tetap = Rp 100.000.000 (Debit)
Pendapatan = Rp 1.000.000 (Kredit)

Jumlah sisi Debit harus sama dengan sisi Kredit yaiu = Rp 101.000.000

4: Melakukan proses penyesuaian.

Proses penyesuaian dilakukan terhadap akun-akun tertentu yang memerlukan penyesuaian seperti pembayaran dilakukan di muka, pendapatan diterima di muka, dan penyusutan aktiva tetap.

5: Menyiapkan neraca lajur atau kertas kerja akhir periode (optional).

Neraca lajur atau kertas kerja akhir periode dibuat untuk memudahkan proses penyusunan laporan keuangan manual dan semi manual menggunakan Excel.

Kertas kerja akhir periode terdiri dari beberapa lajur atau kolom sesuai dengan kebutuhan siklus perusahaan jasa, kita bisa menggunakan 4 lajur, 6 lajur, 8 lajur atau 12 lajur, atau lebih dari itu. Tidak ada ketetentuan yang mengaturnya.

Bagaimana proses dan langkah-langkah penyusunan laporan keuangan dengan Excel? Anda bisa membaca serta mempelajarinya di artikel tentang Kursus Akuntansi Membuat Laporan Keuangan Excel.

6: Membuat ayat jurnal penyesuaian dan posting ke buku besar.

Ayat jurnal penyesuaian dibuat setelah kita melakukan analisis proses penyesuaian. Sebagai contoh perhatikan ayat jurnal penyesuaian yang dibuat berdasarkan contoh transaksi perusahaan jasa di tahap #1:

Dari contoh transaksi di atas, ada satu transaksi yang memerlukan proses penyesuaian, yaitu depresiasi atau penyusutan aset tetap.

Kita asumsikan nilai ekonomis mesin adalah 8 tahun, dengan nilai residu Rp 500.000. Perusahaan menggunakan metode garis lurus (straight line method) untuk menghitung nilai penyusutan aktiva tetap.

Format pencatatan depresiasi aset tetap mesin adalah sebagai berikut:

[Debit] Beban Depresiasi Aset Tetap – Mesin …… Rp 1.036.458
[Kredit] Akumulasi Depresiasi Aset Tetap …………….. Rp 1.036.458

Keterangan:

Nilai depresiasi:

= [(Rp 100.000.000 – Rp 500.000) : 8 ] ; 12
= Rp 1.036.458

Jadi nilai penyusutan per bulan adalah Rp 1.036.458

7: Membuat Neraca Saldo Setelah Penyesuaian.

Setelah melakukan proses penyesuaian dengan jurnal penyesuaian, langkah berikutnya dalam siklus akuntansi perusahaan jasa adalah menyiapkan neraca saldo atau daftar saldo setelah penyesuaian.

Cara membuatnya sama dengan membuat neraca saldo sebelum penyesuaian, hanya saja ada tambahan dua akun baru, yaitu Beban Penyusutan Aset Tetap dan Akumulasi Depresiasi Aset Tetap.

Halo, saya seorang profesional bidang Finance & Accounting yang setiap hari berkutat dengan data-data serta angka. Siap mendampingi dan membuatkan Laporan Keuangan Bisnis Anda sesuai Standar Akuntansi Keuangan.

Tinggalkan komentar